Outing Anak Jalanan dan Dhuafa

April 28th, 2009 by kksmelati

outing anak jalanan dan dhuafa

kelompok kerja sosial melati

Sabtu-Minggu, 11-12 July 2009

Kebisingan, polusi, dan hiruk pikuk kota senantiasa menjadi bagian dari kehidupan anak jalanan. tidak memberikan ruang bagi anak-anak jalanan untuk mengerti dan memahami bahkan peduli akan lingkungan dan alam sekitarnya. terbatasnya ruang hijau di daerah kota untuk rekreasi atau untuk sekedar menghirup udara segar mengurangi interaksi mereka dengan alam sekitar. Atas dasar kondisi itulah Kelompok Kerja Sosial melati mengadakan kegiatan outing untuk anak jalanan dan dhuafa.

Program tahunan yang digelar kali ini bertajuk :Jelajah Pulau” dimana sekitar 80 anak jalanan dan dhuafa akan berkesempatan menikmati perjalanan menjelajahi pulau-pulau di Kepualauan Seribu dengan mengunjungi Pulau Onroostuntukbelajar tentang bangunan bersejarah dan museum, Pulau Rambut untuk memperkenalkan satwalangka yang jarang ditemui di Jakarta, Pulau Rambut untuk mengajarkan anak-anakmengenai pelestarian flora dan fauna melalui pengamatan penangkaran tukik dan penanaman bakau, Pulau Kotok Besar untuk memberikan pengalaman baru pengamatan penangkaran satwa Elang ,Pulau Kotok Kecil untuk melakuakn pengamatan penanaman terumbu karang sekaligus menikmati keindahan pantai pualu tersebut. Dan kegiatan Kreatifitas Outbond di pulau Pramuka dengan permainan- permainan yang menunjukan pentingnya kerja kelompok.

Kegiatan yang akan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 11-12Juli 2009 ini jugaakan menjadi pembelajaran untuk semua relawan sebagai panitia outing dan peserta lain yang terlibat dalam kegiatan ini, untuk menjalankan tindakan-tindakan kecil sebagai wujud kepedulian akan kelangsungan dan kelestarian alam. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan program melati lainnya yaitu rolling buku.

More Info :

For further information about KKS Melati, please visit our website:
http://outingjelajahpulau.blogspot.com or you can email us at KKS_Melati@yahoo.com

Contact Persons:

Project officerSandy 081807402202 / 021-99532511

Co-project officerVira 0818775787

Program managerSwan 08128528523

Senangnya Rumah Melati sudah berwarna…

June 5th, 2008 by kksmelati

Sabtu (31/5), Melati Taman Baca (MTB) kedatangan tamu dari PT Asuransi Astra Buana (AAB) yang datang untuk bersilaturahmi sambil membawa sumbangan 200 buku-buku cerita untuk menambah koleksi MTB. Empat orang punggawa KKS melati, Uyo, Nandha, Ian dan Mamat menyambut mereka, ditemani relawan baru, yaitu Herni, Revi dan Adi. Selain membawa buku-buku cerita, teman-teman dari AAB ingin melihat Rumah Melati yang baru selesai direnovasi. “Warnanya menjadi tambah cerah, ya?” Ujar Bapak Teguh Priyanto, salah satu Manager AAB, “Mudah-mudahan dengan warna kuning, hijau dan biru ini bisa menambah semangat adik-adik yang belajar disini dan menambah semangat pula untuk kakak-kakaknya yang mengajari”, tambahnya lagi.

Kebetulan hari Sabtu itu, anak-anak MTB sedang libur. Mereka tidak masuk sekolah. Semula, kedatangan tamu dari AAB ini sempat mencemaskan beberapa pengurus KKS melati, karena kedatangan para tamu ini di luar jadual buka MTB, yang seharusnya dimulai pukul 15.00 - 18.00 WIB setiap Sabtu dan Minggu. Tetapi karena sudah diinformasikan seminggu sebelumnya, anak-anak sudah mulai berdatangan sejak pukul 10.00 WIB beberapa saat sebelum para tamu tiba.

Setelah menerima buku-buku cerita dari AAB untuk MTB yang diterima oleh Uyo sebagai Bapak RTM KKS melati, Bapak Teguh Priyanto pun di daulat untuk memasang sendiri poster “Ayo Membaca!” di salah satu dinding MTB. Mudah-mudahan poster ini dapat menarik minat anak-anak untuk rajin datang ke MTB dan membaca lebih banyak lagi buku-buku yang disediakan.

Setelahnya, sambil ramah tamah dan berfoto dengan anak-anak, kami semua menyantap tumpeng nasi kuning dan es buah yang cukup menggoda hati. Anak-anak MTB terlihat senang dan puas dengan pengalaman mereka hari itu.
Rumah Melati kini sudah berwarna cerah dan tidak kusam lagi. Lebih rapih dan tertata dengan baik. Tantangan buat kita semua para relawan, untuk menjadikan Rumah Melati dan MTB ini tetap ada dan terus berkegiatan.

Jika anda ingin berpartisipasi di MTB, silahkan datang langsung ke Rumah Melati setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 - 18.00 WIB. [RN]

FSTAJ 2007 : Seri # 03.Dua Puluh Satu Rumah Singgah Siap Bertanding

November 1st, 2007 by kksmelati

FSTAJ 2007 : Seri # 03

Dua Puluh Satu Rumah Singgah Siap Bertanding

Sebanyak 21 rumah singgah di DKI Jakarta mengkonfirmasi kesediaan mereka untuk mengikuti Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan (FSTAJ) 2007 yang akan digelar oleh Kelompok Kerja Sosial (KKS) melati.  Hari Minggu, 7 Oktober 2007 lalu mereka berkumpul di Rumah melati untuk melakukan pengundian judul-judul cerita rakyat yang akan mereka tampilkan. Ada 21 judul cerita yang terpilih dari sekitar 45 judul cerita rakyat yang telah disiapkan.

Diantaranya :

  • Si Pitung - Jakarta
  • Karang Bolong – Banten
  • Buaya Ajaib - Papua
  • Caadara – Papua
  • Danau Lipan - Kaltim
  • Tupai & Gabus – Kalbar
  • Telaga Bidadari - KalSel
  • Danau Toba – SumUt
  • Pahit Lidah - Sumsel
  • Dayang Bandir – SuMut
  • Tadulako Bulili – Sulteng
  • Si Lancang – Riau
  • Telaga Warna - Jabar
  • Lutung Kasarung – Jabar
  • Aji Saka - JaTeng
  • Keong Mas – Jateng
  • Batu Golog - NTB
  • Sigarlaki dan Limbat – Sulut
  • Rusa dan Kulomang – Maluku

Uniknya, pada saat pengundian mereka saling merekomendasikan rumah singgah lain yang mereka kenal dan belum sempat terdata. Alhasil, akan ada lebih banyak rumah singgah lagi yang segera akan mengkonfirmasikan kesediaannya untuk tampil.  Saat ini mereka sedang menyelesaikan pengisian formulir pendaftaran dan pendataan rumah singgah lalu mengirimkannya kepada KKS melati. "Jaringan kerja sama KKS melati bertambah luas dengan hadirnya 21 rumah singgah ini", kata R Novian Kurniawibawa, Project Officer FSTAJ 2007, ketika dikonfirmasi. Saat ini KKS melati memiliki jaringan kerja sama dengan 9 rumah singgah, sekolah anak jalanan, dan sekolah dhuafa.

Pada kesempatan pengundian judul tampilan, Bapak H Otong dari Rumah Singgah Kurnia Jakarta Timur menanyakan biaya transportasi dan makan siang untuk anak-anak didiknya pada hari FSTAJ 2007 berlangsung. "Soalnya agak sulit mencari biaya transportasinya, Bu", katanya.  Begitu banyak persoalan yang masih dihadapi oleh pengelola Rumah Singgah saat ini mulai dari sulitnya mendidik anak-anak rumah singgah untuk tidak lagi turun ke jalan, sulitnya mencari kegiatan sulitnya mendapatkan akses pendanaan operasional Rumah Singgah, dan lainnya. Merupakan tantangan bagi panitia FSTAJ 2007 untuk dapat memfasilitasi mereka semua.

Tentu saja tidak semua Rumah Singgah mengalami hal yang sama. Ketimpangan kondisi di antara rumah singgah yang ada di Jakarta sangat terasa dikarenakan perbedaan akses dan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendanaan. Rumah Singgah yang memiliki akses  dekat kepada pendanaan atau mereka yang memiliki program mandiri untuk pendanaan operasional rumah singgah, biasanya memiliki dana operasional yang cukup lumayan, dibandingkan dengan mereka yang sedikit memiliki akses. Hal itu dibenarkan oleh Krisno dari Rumah Singgah dan Belajar Anak Jalanan Setia Kawan Raharja Jakarta Utara.  Itu sebabnya, para pengelola rumah singgah merasa bahwa kesempatan untuk saling bertemu diantara mereka dapat menjadi ajang saling bertukar pengalaman dan suka duka. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan pengelolaan rumah singgah mereka dengan lebih baik lagi.

Adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang melarang masyarakat memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran di perempatan lampu merah maupun pasar dinilai oleh para pengelola rumah singgah cukup meresahkan anak-anak didik mereka karena ruang ekspresi seni mereka menjadi terbelenggu. Memang diperlukan jalan keluar untuk membuat mereka mandiri dan lepas dari kehidupan jalanan. Bapak Sunato, pengelola Rumah Singgah Kinanti Jakarta Utara menyarankan agar kegiatan FSTAJ seperti ini dapat dilakukan setiap tahun sehingga kegiatan ekspresi seni anak jalanan dapat selalu dinikmati oleh masyarakat banyak.

Tentu saja menarik melihat antusias mereka untuk saling "Unjuk Diri, Unjuk Gigi !" agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka. Harapan senantiasa dicurahkan agar mereka dapat terbantu menjadi lebih mandiri dalam hidupnya dan  tidak perlu lagi turun ke jalan untuk mengekspresikan rasa seni dan kepiawaian berteknologi di jalanan.

Anda dapat menjadi bagian dari pengalaman mereka ini.

Anda dapat membantu mereka berlatih.

Anda dapat mendukung kegiatan ini dengan berdonasi.

Kirim donasi anda ke rekening KKS Melati di :
BNI 46 Cabang Melawai Raya, No. Rek. 17035026, a.n. Susetiorini
atau
BCA KCP Atrium Senen, No. Rek. 6850072360, a.n. RR Virgina Veryastuti
Jangan lupa menginformasikan nilai transfer anda ke Ian 081310311221, relawan KKS Melati yang ditunjuk sebagai Project
Officer kegiatan ini.

Tiket pertunjukan dapat diambil mulai tanggal 15 November 2007.
Silahkan memesan ke: Prima 08129405322 atau Diah 08128797258.
Penjualan langsung di Rumah Melati, Jl. Ampera 2 no. 17A RT 5 RW 9 Jakarta 12550 setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 s/d 18.00 WIB mulai 15 November 2007.

Ayo jangan ketinggalan. [RN]

++++++++++++ +++++++++ +++

Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 disingkat FSTAJ 2007 merupakan kegiatan festival pertama yang diadakan oleh Kelompok Kerja Sosial melati. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak jalanan untuk dapat mengekspresikan seni dan teknologi yang mereka miliki saat ini. Kegiatan akan dilangsungkan pada tanggal 2 Desember 2007 di SMPN 71, Jakarta Timur.

FSTAJ 2007 : Seri #02.Aji Saka

November 1st, 2007 by kksmelati

FSTAJ 2007 : Seri #02

Aji Saka

Ada utusan

Saling berselisih 

Sama kuatnya

Sama-sama menjadi bathang (mayat)

+++

Sewaktu kecil, saya memiliki uang saku yang tidak seberapa besar dibandingkan uang saku anak-anak SD hari ini. Namun demikian, uang yang hanya sedikit itu saya kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membeli sebuah buku cerita. Setiap hari, seorang pedagang buku cerita keliling dengan harga miring, selalu mangkal di depan sekolah. Harga buku yang ditawarkannya berkisar antara Rp.100 sampai dengan Rp.200,-

Buku cerita Aji Saka terbitan Gramedia, adalah salah satu buku yang saya beli disana dan sangat saya gemari.

Aji Saka adalah cerita dari Jawa Tengah tentang seorang pengembara terkenal yang menaklukkan seorang raja penuh angkara murka, yaitu Prabu Dewata Cengkar. Dalam mengembara Aji Saka senantiasa diikuti dua orang pengikut setianya. Ketika sedang sibuk mengembara, Aji Saka meninggalkan senjata pusakanya. Ia lalu menyuruh salah seorang pengikutnya untuk menjaga senjata pusaka tersebut. Ia berpesan bahwa senjata itu harus dijaga dan tidak boleh diserahkan kepada orang lain, selain kepada Aji Saka sendiri. Aji Saka lalu melanjutkan pengembaraan bersama seorang abdi yang lain.

Suatu hari, Aji Saka meminta abdinya yang kedua untuk mengambil senjata pusakanya yang ditinggalkannya. Pergilah sang abdi untuk mengambil pusaka. Ternyata abdi yang pertama tidak mau menyerahkan pusaka karena ia memegang amanah dari Aji Saka. Akhirnya terjadilah pertarungan diantara keduanya dan mengakibatkan kematian kedua orang utusan tsb.

Karena sedih, Aji Saka membuat tulisan yang akhirnya diabadikan sebagai huruf abjad Jawa.


ha na ca ra ka
da ta sa wa la
pa dha ja ya nya
ma ga ba tha nga
 

Pada

Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 yang akan digelar oleh KKS Melati di SMPN 71 Jakarta Timur pada tanggal 2 Desember 2007 ini, Bina Peduli Dhuafa (BPD), salah satu jaringan kegiatan putar buku yang diselenggarakan oleh KKS Melati, mendapat kesempatan untuk menampilkan cerita Aji Saka ini. Skenario dan persiapan tampilan sedang mereka siapkan.

Anda bisa membantu kami mengunjungi BPD dan rumah singgah peserta FSTAJ 2007 lainnya untuk membantu persiapan pementasan yang mereka lakukan, memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak pemulung dan anak jalanan yang diasuh oleh BPD.

Ayo  menjadi bagian dari kegiatan ini !

Anda juga bisa mendukung kegiatan ini dengan berdonasi.

Kirim donasi anda ke rekening KKS Melati di :
BNI 46 Cabang Melawai Raya, No. Rek. 17035026, a.n. Susetiorini
atau
BCA KCP Atrium Senen, No. Rek. 6850072360, a.n. RR Virgina Veryastuti
Jangan lupa menginformasikan nilai transfer anda ke Ian
081310311221, relawan KKS Melati yang ditunjuk sebagai Project
Officer kegiatan ini.

Tiket pertunjukan dapat diambil mulai tanggal 15 November 2007.
Silahkan memesan ke: Prima 08129405322 atau Diah 08128797258.
Penjualan tiket secara langsung di Rumah Melati, Jl. Ampera 2 no. 17A RT 5 RW 9 Jakarta 12550 setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 s/d 18.00 WIB.

Jangan sampai ketinggalan.[RN]

FSTAJ 2007 : Seri #01. Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007

November 1st, 2007 by kksmelati

Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 yang digelar oleh KKS
Melati tanggal 2 Desember di SMPN 71 Jakarta Timur adalah salah satu cara KKS Melati untuk mendekatkan akses dan kesempatan kepada anak-anak jalanan untuk dapat berkompetisi secara aktif dan positif dalam mengembangkan minat dan kemampuan di bidang seni dan teknologi.

Selain sebagai ajang mempromosikan kegiatan seni dan pembelajaran
tehnologi informasi yang dilakukan di rumah singgah, kegiatan ini
juga ditujukan untuk mendorong anak-anak jalanan agar bernaung di
rumah singgah.

Seperti yang kita ketahui saat ini DKI Jakarta telah mengeluarkan
Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang melarang
masyarakat memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan yang
berkeliaran di perempatan lampu merah maupun pasar. Padahal sampai saat ini Perda lain yang dibuat untuk memberikan pelatihan dan penanganan kepada anak jalanan belum lagi dikeluarkan. Festival ini diharapkan bisa menjadi ajang unjuk diri dan unjuk gigi dari anak-
anak jalanan di rumah singgah sehingga diharapkan bibit-bibit unggul
di bidang seni dan teknologi bisa mendapatkan ruang ekspresi dan
apresiasi serta mendapat perhatian dari pemerintah maupun audiens
yang memiliki jaringan seni serta membuka kesempatan di lapangan
pekerjaan.

Selain kegiatan Festival Seni berupa perpaduan unsur tari, musik dan
drama, dalam kegiatan ini juga akan diadakan Pameran Seni dan
Teknologi yang menampilkan hasil karya seni dan teknologi yang
dibuat oleh anak-anak jalanan dari 21 rumah singgah di DKI.

Anda bisa mendukung kegiatan ini dengan berdonasi.

Kirim donasi anda ke rekening KKS Melati di :
BNI 46 Cabang Melawai Raya, No. Rek. 17035026, a.n. Susetiorini
atau
BCA KCP Atrium Senen, No. Rek. 6850072360, a.n. RR Virgina Veryastuti
Jangan lupa menginformasikan nilai transfer anda ke Ian
081310311221, relawan KKS Melati yang ditunjuk sebagai Project
Officer kegiatan ini.

Tiket pertunjukan dapat diambil mulai tanggal 15 November 2007.
Silahkan memesan ke: Prima 08129405322 atau Diah 08128797258.
Penjualan tiket secara langsung di Rumah Melati, Jl. Ampera 2 no. 17A RT 5 RW 9 Jakarta 12550 setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 s/d 18.00 WIB.

Ayo jangan ketinggalan.[RN]

++++++++++++++++++++++++

Melayangkan Harapan

September 13th, 2007 by kksmelati

19bd_2Mereka membuat layang-layang berukuran besar. Mereka mewarnainya. Mereka menorehkan cita-citanya di layang-layang itu dan menerbangkannya.

***

Tiap orang tentu punya cita-cita. Begitu pula teman-teman kita yang orang tuanya kurang berpunya secara finansial. Di hati kecilnya, sahabat belia tersebut memendam harap akan masa depan yang lebih baik.

Alfi Nurjayanti, contohnya. Pelajar kelas lima SDN 01 Tanjung Barat, Jakarta Selatan ini ingin sekali menjadi perawat. ”Nanti, saya mau sekolah perawat saja kalau sudah lulus SMP,” ujar gadis cilik kelahiran 24 Maret 1996. Mengapa tertarik dengan profesi perawat? Alfi rupanya terkesan dengan kesabaran dan keramahan para perawat yang membantu pulihnya kondisi kesehatan saudaranya yang dirawat di rumah sakit. ”Saya nggak takut lihat darah, lho,” kata Alfi yang senang berenang itu. Diajak ke Pantai Carnaval, Ancol, oleh KKS Melati (sebuah kelompok kerja sosial berbasis di Jakarta), Alfi senang sekali. Ia berkesempatan menikmati keindahan pantai bersama rombongan anak dhuafa yang berjumlah 110 orang. ”Selain karena bisa nonton paus putih dan pergi ke Seaworld, saya juga bahagia bisa menerbangkan wishing kite,” ucap Alfi yang paling suka pelajaran bahasa Inggris.

Wishing kite, apa sih? Namanya juga layangan, ya bentuknya tak jauh berbeda dengan layang-layang yang biasa sahabat belia mainkan. Bedanya, yang satu ini sengaja dibuat berukuran besar agar dapat memuat segala asa yang dituliskan para peserta wisata anak dhuafa dan anak jalanan KKS Melati.

Bekerja sama dengan Le Gong Kite Society dan Yayasan Masyarakat Layang-layang Indonesia, wishing kite diterbangkan ke angkasa oleh kakak-kakak relawan KKS Melati, Ahad (22/7) siang. Wishing kite melayang di angkasa bersama puluhan layangan yang memeriahkan Festival Layang-layang Internasional Jakarta. Di hari terakhir festival tersebut, wishing kite antara lain bertemankan layang-layang buatan Jerman, Jepang, Singapura, Swedia, dan layang-layang dari 15 provinsi di Indonesia.

Di wishing kite, mereka mengungkapkan profesi apa kelak yang ingin mereka tekuni ketika menapaki usia dewasa. Meski banyak jenis pekerjaan dituliskan di wishing kite, sejumlah profesi tampak menjadi pilihan favorit anak-anak. Sebagian besar ingin bekerja sebagai dokter, guru, pemain sepak bola, tentara, dan polisi. Ingin menjadi tentara, Luki Prayoga yang gemar main layangan punya banyak ’saingan’. Cita-citanya seragam dengan sejumlah anak laki-laki lainnya. ”Saya suka melihat tentara dengan gerak-geriknya yang kompak,” pelajar kelas lima SDN 01 Kamal, Jakarta Utara, itu beralasan. Cipto Saputro mengekor di barisan calon dokter. Siswa kelas lima SDN 07 Ragunan, Jakarta Selatan, itu tak yakin hobi melukisnya dapat menjadi sumber penghasilan. ”Kalau jadi dokter kan enak, bisa merawat orang,” kata Cipto berdalih. Dompet dokter lebih tebal, ya, Cipto? Belum tentu, dong! Andre Pangestu berani keluar dari arus dan menuliskan kata ‘pelukis’ di wishing kite. Andre merasa dunia lukis tak bisa dipisahkan dari kehidupannya. ”Saya suka melukis,” ungkap pelajar kelas lima Rumah Belajar Bersama DILTS Foundation, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Andre sebetulnya tak punya keluarga yang menginspirasikannya untuk menjadi pelukis. Kedua orang tuanya tidak piawai melukis. ”Biarpun begitu, saya tetap ingin menjadi pelukis profesional,” kata Andre. Sahabat belia lainnya, Ikah, berharap bisa menjadi sarjana. Saat ini, Ikah masih duduk di bangku kelas dua SMP Tahdzibun Nufus, Tegal Alur, Jakarta Selatan. Ikah cuma tersenyum dan menghindar ketika ditanya soal alasan pemilihan cita-citanya itu. Nggak usah malu, dong, Ikah! Itu harapan yang besar, kok. Semoga berhasil menggamit gelar sarjana, ya!

Apa Cita-citamu?

Hamdan: Pelukis

Nurul: Guru

Alfi: Perawat

Emen: Polisi

Dian: Desainer

Fahmi: Arsitek

Tiara: Reporter

Aji: Artis, penyanyi

Daya: Istri solehah

Yogi: Pemain bola

Mutiara: Pramugari

Tyah: Pengusaha sukses

Danang: Masinis

Fian: Musisi

Cipto: Pilot

Irma: Sekolah sampai perguruan tinggi

Dika: Astronot

Dian: Wanita karier

Ikah: Sarjana

(rei )

source : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=302495&kat_id=253

cerita lain : http://www.kksmelati.org

foto by : http://ceritaaya.multiply.com/photos/photo/218/24

——————————————————————————–

Jurnal 12 : Rolling Buku Sambil Berenang

September 24th, 2006 by kksmelati

Tanggal 10 September 2006 lalu, KKS Melati dan Jakarta Ocean Dive (JODI) mengadakan kegiatan sosial bersama. Mereka mengajak 50 anak jalanan dan anak dhuafa dari lima lokasi di Jakarta untuk belajar berenang di Atlantis, Taman Impian Jaya Ancol. Kegiatan ini merupakan event sosial berkala yang diselenggarakan oleh JODI dan event keduanya bersama dengan KKS Melati.

Kegiatan yang selain bertujuan untuk mengajak anak muda untuk berbagi dengan sesamanya, juga ditujukan untuk merangsang minat dan memberikan kesempatan kepada anak-anak jalanan dan anak dhuafa untuk berenang di Atlantis, tempat yang mungkin hanya sekali seumur hidup akan mereka datangi.

Antusias, tentu saja ada. Ajay, dari Bina Peduli Dhuafa, terlihat nikmat sekali menyantap hidangan makan siang yang telah disiapkan. Lahapnya Ajay dan anak-anak lainnya menghilangkan penat para relawan.

Di penghujung acara, dibagikan satu paket kecil berupa handuk sumbangan dari Ibundanya Andrew, Shampoo Clear dan Pepsodent dari PT Unilever Indonesia Tbk dan Botol minum Endurance dari PT Bintang Toejoe. Dana dari kegiatan Berenang ini adalah sumbangan dari para relawan KKS Melati dan JODI. 

Selain berenang dan games-games menarik, KKS Melati juga mengadakan rolling buku ke-3 tahun ini untuk empat lokasi rumah singgah dan rumah dhuafa yang berpartisipasi di acara ini. Empat boks buku saling ditukar dan dicatat. Mendapatkan koleksi buku baru di rumah singgah dan rumah dhuafa terbukti dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak-anak disana. Dindin, salah satu pengelola rumah belajar anak jalanan SEKAR di daerah Kampung Bawang, Jakarta Utara, berujar bahwa anak-anak di sanggar (baca : rumah singgah) senang sekali dengan buku-buku yang dipinjamkan, bahkan mereka menginginkan kegiatan ini terus berlangsung.

Menyediakan buku-buku untuk terus dapat di rolling di rumah singgah dan rumah dhuafa memang merupakan komitmen KKS Melati. Namun dengan koleksi yang sangat terbatas, tampaknya tidak mudah untuk mengakomodir hal itu. Masih diperlukan upaya dan cara agar koleksi buku mereka selalu bertambah. Alternatif yang dapat dicoba adalah dengan melakukan kerjasama dengan taman bacaan masyarakat lainnya di Jakarta dan melakukan rolling buku dengan mereka. Dengan demikian koleksi buku yang di rolling di antara jaringan KKS Melati menjadi semakin banyak. (Rini, 130906)

Partisipan :

Rumah Belajar Anak Jalanan RBAJ- SEKAR

Yayasan Sekar,

Jl. Swasembada Timur XI No 15

RT 012/010,

Kb.Bawang, Jakarta Utara

Rumah Singgah Yayasan Dian Mitra

Jl. Melawan Dalam no.8 RT 002/011,

Pangeran Jayakarta Jakpus

Rumah Singgah Yayasan Balarenik

Jl. P. Komarudin no. 15 B RT 03 RW 05

Kel Penggilingan Kec. Cakung

Jakarta Timur 13940

Bina Peduli Dhuafa

Jl. H. Jian 23 Rt 012/03,

Cipete Utara, Jakarta Selatan 12150

Nusantara Foundation

Jl. Karbela 2 Karet Kuningan, Setiabudi

***

Kesan dari para relawan :

http://daurie.multiply.com/photos/album/16

http://deyoyok.multiply.com/photos/album/12

http://ceritaaya.multiply.com/photos/album/174

:: Kembali Berbagi di Ramadhan ::

September 24th, 2006 by kksmelati

Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah dimana kita diberi kesempatan untuk mensucikan diri menebus semua dosa untuk kembali ke fitrahnya. Saatnya kita untuk berbagi…

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kelompok Kerja Sosial Melati kembali mengadakan kegiatan Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan (BKBR). Kegiatan ini adalah program tahunan KKS Melati. Pertama kali diadakan tepat pada saat KKS Melati berdiri pada t angga l 24 November 2001 , sebagai keinginan untuk berbagi dengan sesama.

Pada saat itu, ini hanyalah sebuah kegiatan spontanitas tanpa nama yang dilakukan di empat daerah diseputar Jakarta , diantaranya, Kalibata, Pedongkelan, Tanah Merah dan Depok. Dengan mengadakan penyuluhan kesehatan dan menggelar taman bacaan keliling didaerah tersebut. Pada tahun berikutnya, kegiatan ini baru diberi nama Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan dan berlangsung hingga saat ini.

Seiring perkembangannya, kegiatan yang diadakan setiap hari sabtu di sepanjang bulan Ramadhan ini telah menarik banyak kalangan anak muda untuk ikut serta dan berpartisipasi didalamnya. Beberapa daerah telah dicatat pernah menjadi tempat pelaksanaan BKBR, diantaranya, Cikupa-Tanggerang, Bantargebang-Bekasi, Desa Waringin Jaya - Bojong Gede, Kramat Tunggak, dan lain sebagainya. Sebagian besar menggunakan konsep utama yaitu mengadakan penyuluhan kesehatan untuk hidup bersih dan sehat juga menggelar taman bacaan keliling dengan beragam permainan anak termasuk mendongeng.

Pada tahun lalu, BKBR diadakan dengan konsep berbeda, mengajak anak-anak dhuafa dan rumah singgah untuk berbuka dan sahur bersama di sebuah café di bilangan Thamrin Jakarta. Bersama beberapa selebritis terkemuka ibukota, KKS Melati berbagi bersama anak-anak dhuafa dan Rumah Singgah.

Keinginan untuk selalu berbagi, dengan alasan itulah kembali KKS Melati mengadakan kegiatan BKBR untuk Ramadhan tahun ini. Empat lokasi telah direncanakan sebagai tempat berlangsungnya acara BKBR. Keempat lokasi tersebut adalah :
1. Perkampungan masyarakat betawi di Bekasi - 30 september 2006
2. Panti Asuhan Karet Kuningan - 7 Oktober 2006
3. Perkampungan masyarakat Ampera - 8 Oktober 2006
4. Perkampungan masyarakat Kamal Muara, Jkt Utara - 14 Oktober 2006

BKBR tahun ini mengambil tema Kampungku Sehat dan Ceria, dengan sasaran 400 anak-anak dan 400 ibu-ibu dari keempat lokasi tersebut diharapkan mereka akan mendapatkan manfaat dari acara ini. Kegiatan yang akan diselenggarakan dalam BKBR ini adalah penyuluhan kesehatan untuk ibu-ibu, pustaka ceria untuk anak-anak dan buka puasa bersama.  KKS Melati memerlukan dukungan penuh dari berbagai kalangan, baik dari relawan maupun umum.

KKS Melati juga membuka kesempatan bagi anak muda yang ingin menjadi relawan dalam kegiatan iniSeluruh relawan diperkenankan untuk terlibat langsung dan tidak hanya sebatas memberi sumbangan, akan lebih baik apabila relawan juga melihat, berinteraksi dan bersentuhan secara langsung dengan kehidupan perkampungan tersebut. Mengetahui dan mendengar cerita mereka atau bahkan merasakan apa  yang mereka lakukan setiap harinya, hal-hal yang akan mengasah nurani untuk lebih peka terhadap lingkungan dan berempati pada sesama.

BKBR sebuah alternatif untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. Sudahkah Anda memiliki rencana untuk mengisinya, mungkin kegiatan ini adalah salah satunya. Jika Anda berminat dapat menghubungi kks_melati@yahoo.com atau dengan Fridessy di 0817755677, ini saatnya untuk kita berbagi. [v]

Tentang KKS Melati :

KKS Melati adalah sekumpulan relawan yang memiliki kepedulian pada sesama dan memiliki pandangan yang sama melalui kegiatan sosial yang dilakukan. Sebagai wadah untuk mengumpulkan kaum muda di Jakarta untuk lebih peduli dengan masyarakat sekitarnya. Mereka menyebutnya “VIRUS SEHAT”. Mereka percaya dengan menggerakkan lebih banyak kaum muda, maka kota dimana mereka tinggal akan menjadi tempat yang lebih baik.

Sumbangan untuk kegiatan BKBR dapat disalurkan :

BNI 46 Cabang Melawai Raya
No. Rek. 07035026
a.n. Susetiorini

BCA KCP Atrium Senen
No. Rek. 6850072360
a.n. RR Virgina Veryastuti

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

KKS Melati
Jl. Ampera II No. 17 A Rt. 005 Rw. 09 Jakarta 12550
E-mail : kks_melati@yahoo.com
Website : http://www.kks-melati.org
http://kksmelati.blogs.friendster.com/kelompok_kerja_sosial_kks/
www.kksmelati.blog.com
Virgina : 08161109737
Rini : 0811188037

Wawancara Majalahread.com

July 16th, 2006 by kksmelati

Sabtu lalu (15/7) ada 7 relawan yang berpartisipasi diwawancarai majalahread.com. Nino, duo Rini, Swan, Okta, Diah, dan Daurie sharing tentang minat mereka menjadi relawan dan apa yang mendorong mereka menjadi relawan. Kegiatannya sudah mirip sekali dengan acara SHATE yang biasa kita lakukan, hanya saja kali ini DETA, sang wartawan majalahread.com yang menjadi fasilitatornya. Majalahread sendiri pada bulan agustus 2006 nanti, rencananya akan menerbitkan versi cetak majalah mereka, setelah selama ini terbukti sukses dengan versi webnya. Di akhir diskusi, Majalahread menawarkan kerjasama kepada kks melati seandainya melati jadi melakukan kegiatan workshop ke sekolah-sekolah dalam rangka promosi kegiatan kerelawanan.

Melati Taman Baca sekarang dah tambah rame lagi pengunjungnya, sudah sekitar 30 anak-anak. Sabtu (15/7) dan minggu (16/7)lalu, ada hanum, aresto, dicky, suryo, arie bks yang membantu kegiatan MTB. Seru dan lucu lah pokoknya. Agak merepotkan memang kalau hanya dikelola sendirian. Seharusnya sih dibaginya jadi 3 kelas, kelas TK-kelas 3, kelas 4-6, dan kelas SMP. Sekarang ternyata sudah ada lagi yang naik kelas ke kelas 7 alias kelas 1 SMP, so, seharusnya programnya beda donk sama yang kelas TK. Tapi perbedaan program ini hanya bisa dilakukan jika ada relawan yang bersedia bantu-bantu dan punya komitmen untuk berbagi dengan anak-anak ini.

so, yang mau berpartisipasi setiap sabtu dan minggu, silahkan kirim email ke virghien@yahoo.com

dan datang ke beskem melati
jl. ampera 2 no. 17A
RT 5 RW 9
jakarta 12550

setiap sabtu- minggu jam 15-18 PM.

Ditunggu yak…

KKS Melati dan ICS 2006

July 10th, 2006 by kksmelati

Minggu (9/7). Sebanyak 25 anak-anak dari Kampung Bendungan Jakarta Selatan anggota Melati Taman Baca mengikuti lomba gambar yang digelar oleh PT Excelcomindo Pratama di acara XL Care - Indonesia Cellular Show 2006, di Hall A JHCC, 9 Juli 2006 lalu. Acara ini adalah kerjasama antara XL Care PT Excelcomindo Pratama dengan KKS Melati.

***

Arif Prasetyo (9) siswa kelas 3 SD, memenangkan juara I lomba gambar untuk pertama kalinya. Lomba gambar adalah sebuah event yang sangat bermanfaat bagi peserta yang mengikutinya, karena memberikan kesempatan dan pengalaman baru terlebih untuk mereka yang baru pertama kali mengikuti lomba gambar semacam ini. Semoga kerjasama antara KKS Melati dengan PT Excelcomindo Pratama dapat terus berlangsung dan lebih banyak lagi anak-anak kampung lainnya di sekitaran Jakarta yang dapat berpartisipasi. [RN]