Jurnal 21 KKS Melati

Jurnal 21 KKS Melati

Agustus 14,2005 

KISAH DARI MUSEUM GAJAH

By Arie, relawan KKS Melati

Hari yang cerah dan dinanti telah tiba untuk mewujudkan impian dan berbagi cinta. Segalanya sudah dipersiapkan satu bulan sebelumnya untuk kegiatan yang dilakukan. Terlalu singkat memang tapi semoga tidaklah sesingkat kesan yang didapat saat sehari bersama.

Wisata ke Museum (Museum Gajah) merupakan tempat yang menjadi impian seorang relawan kks melati yang ingin mengajak anak-anak jalanan menikmati tempat-tempat wisata di jakarta guna menambah ilmu dan pengalaman mereka dan mungkin saja kegiatan ini belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Kegiatan ini juga sebagai kelanjutan program rutin kks melati yaitu sosialisasi ABC ; Ayo Baca Ceria yang mengkhususkan pada Rolling Buku Perpustakaan Antar Rumah Singgah Putaran ke-3.

Pukul 8.00 pagi nampak sebagian  relawan dengan kostum atasan hitam sudah berdatangan  di museum menuju pelataran gedung kaca yang letaknya di samping gedung museum yang cukup luas  dan disusul oleh rombongan dari RS. Suasana nampak ramai sekali terlebih dengan suara deru kendaraan motor yang jumlahnya lebih dari 50 yang membawa anak-anak dari 3 RS yaitu Sekar, dan Slipi. Mereka begitu tampak disiplin dengan menggunakan helm dan menjadi pemandangan tersendiri pada hari itu. Dilts sendiri menggunakan bis sementara Galur (diwakili anak-anak mangga dua) menggunakan mobil relawan dari Hornet untuk antar-jemput rombongan. Antusiasme terlihat dihampir semua relawan untuk bisa melaksanakan acara hari itu dengan baik dan sampai selesai. Meski pada hari H masih ada beberapa hal yang berkenaan dengan museum belum dikonfirm tapi alhamdulillah semua bisa terselesaikan. Ini tak lepas dari dukungan banyak pihak; Relawan kks melati, para Bikers,para PO RS,Relawan Pendamping, Guru RS, dan juga pihak Museum yang telah memberi ijin dengan fasilitas free untuk acara itu.

Kesuksesan memang perlu pengorbanan; perlu tenaga, pikiran dan dana.Sang PO pun mungkin pada hari itu harus berkorban untuk semua,harus sakit dipagi hari dan menjadi pasien pertama kali untuk tim P3K sebagai bentuk perwakilan dari semua peserta dan semua itu bisa diterima.

Img_0060_2Tiga dari 4 Rumah Singgah telah datang dan mengenakan name tag masing-masing sebagai indentitas dan dibagikan snack pagi yang merupakan sumbangan dari relawan Hornets oleh tim konsumsi untuk kemudian dilakukan briefing dan pembagian kelompok sambil menunggu kedatangan rombongan dari RS Sekar. Acara Touring to the museum dimulai dipimpin oleh mba Vie dan para guide sudah menunggu di pintu masuk museum siap mengajak mereka memasuki 6 ruangan yang terdiri dari R. Khasanah, R. History, R. Keramik, Rumah Adat, R. Perunggu, R. Ethnography, dan R. Geography dengan segudang informasi tentang objek-objeknya. Menyusul kemudian rombongan dari RS Sekar tiba. Beberapa menit kemudian merekapun mengikuti touring seperti kelompok sebelumnya. Relawan pendamping, PO RS, dan guru RS ikut mendampingi mereka. Ada seorang guide yang dengan semangatnya menerangkan kepada anak-anak disetiap tempat dan objek yang mereka kunjungi, namanya Bp. Julius. Suaranya terdengar lantang dan jelas yang membuat anak-anakpun ikut bersemangat.

Di Aula Kertajasa team acara dan sebagian para relawan bikers menunggu sambil menyiapkan peralatan menggambar dan mewarnai yang dilombakan. Satu persatu rombongan RS yang sudah usai melakukan touring mulai berdatangan dan menempati posisi masing-masing untuk memulai aktivitas baru yaitu Aksi Berimajinasi lewat menggambar dan mewarnai dan seperti tak nampak kelelahan mereka melakukannya untuk mendapatkan hasil yang bagus dengan bubuhan warna-warni crayon yang juga akan menjadi milik mereka setelahnya. Seorang anak dari RS Dilts, Agus, sangat bersemangat dalam menggambar sampai-sampai posisi badannya menutupi kertas gambarnya. Tapi dia juga yang pertama selesai dengan gambar Sponge Bob dan disusul oleh Putri anak dari AP (Adith Peduli,Slipi). Aksi ini selesai sampai jam 12.30 dan gambar-gambar mereka dikumpulkan oleh juri untuk diseleksi siapakah pemenangnya. Ada 62 gambar yang menjadi bahan pertimbangan para juri dan hasilnyapun bagus-bagus. Setelahnya anak-anak dan para relawan kembali ke pelataran gedung kaca untuk istirahat dan santap siang,sementara PO RS Dilts dan Sekar masih mengecek buku-buku dan daftarnya untuk kemudian melakukan rolling buku diantara ke-2 RS tersebut. Jelas nampak sekali semuanya lapar karena begitu makanan dibagikan mereka makan dengan lahapnya. Beruntung sekali kita bisa menikmati makan siang atas sumbangan dari seorang relawan melati (Adith) dan hari yang panas sangat menyenangkan karena setelah makan siang anak-anak dan Relawan pendamping dibagikan Ice Cream New Zealand, sumbangan dari PT.

Pemenang2Acara berikutnya adalah pengumuman dan pemberian hadiah untuk para pemenang lomba menggambar dan mewarnai dipandu oleh mba Vie dan Swan. Saat yang menegangkan mungkin bagi anak-anak. Hadiah sudah dibagikan dan hampir dari setiap RS ada perwakilan pemenangnya. Tak kalah seru para PO dan Relawan Pendampingnyapun ikut gembira dan bangga terhadap keberhasilan anak-anak yang didampinginya. Tukang foto juga terus beraksi mengambil gambar-gambar acara yang terus bergulir dengan karakternya masing-masing. Dipenghujung acara anak-anak dibariskan secara rapi untuk kemudian dibagikan souvenir yang berupa: buku tulis,pulpen,pensil,penggaris,rautan, dan penghapus untuk keperluan mereka sekolah. Sebelum semuanya usai permainan ular naga digelar dan benar-benar panjang sekali berputar mengelilingi sebagian pelataran lalu menuju anak tangga untuk berfoto bersama dan seolah menunjukkan kepada hari dan matahari yang panas menyengat bahwa acara telah berhasil dan semua riang,gembira,dan bahagia. Sayonara tiba dan rombongan kembali untuk pulang ke RS masing-masing juga para relawan dengan senyum yang ceria meski dalam kelelahan.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu di hari itu, Kau ijinkan kami untuk bisa berbagi kebahagiaan bersama. Ucapan terikasih yang sebesar-besarnya juga untuk para relawan melati, para Bikers yang terdiri dari InBike (Indosat Bikers Community), GPMR (GL Pro-Max Riders), dan SHBC (Satu Hati Bikers Community) yang kesemuanya ini terwakilkan dalam satu nama yaitu Hornets, tidak lupa juga kepada para Donatur kami ucapkan banyak terima kasih.

Kesuksesan yang kita dapatkan bukan milik siapa atas siapa tapi milik kita semua yang ikut andil di dalamnya. Dan kekurangan ataupun kelebihan yang ada biarlah menjadi kesan dan pengalaman sendiri untuk menjadi lebih baik kedepannya. [Arie]

Leave a Reply