Laporan LAPAS Tangerang
Selamat pagi teman2 semuanya,
Terima kasih atas semua bantuan dan kerja samanya untuk kegiatan Lapas anak laki2 Tangerang hari Sabtu, 8 Oktober 2005. Terima kasih untuk Sahabat Andiek yg sangat membantu kita utk mendapatkan ijin & diterima dgn baik oleh para napi. Juga terima kasih utk Asa Bangsa. Juga terima kasih untuk Ayat yg sudah meminjamkan projector secara gratis.
Saya tidak pernah menyangka bahwa menjelang hari Sabtu banyak sekali sumbangan & bantuan yang datang sehingga kita dapat memberikan sumbangan yang memang sangat dibutuhkan oleh para narapidana di Lapas tersebut. Terima kasih untuk semua dukungan & berkah yg Allah telah
berikan kepada kita semua.
Kita sampai di Lapas anak laki2 Tangerang tidak terlambat seperti tahun lalu hanya saja pemutaran filmnya yang agak terlambat 30 menit tapi bukan menjadi masalah karena kita mengisinya dengan diskusi. Tema diskusi yg kita lemparkan kali ini adalah sesuai dengan film yang diputar yaitu ‘Life is Beautiful’.
Ada beberapa respond yang diberikan diwaktu diskusi dan juga dari bincang2 dengan para narapidana tersebut. Ada kelucuan ketika salah seorang anak dengan sangat jelas menolak saya (seperti yg diceritakan di email Wiko… he he he)… maaf mbak saya sudah punya pacar…
gubrakksssss matek gua ha ha ha.
Salah satu hal yg disampaikan oleh anak2 itu adalah merupakan suatu yg sangat bermakna bagi mereka mendapatkan perhatian & kunjungan masayarakat sehingga merekapun dapat merasakan bahwa mereka bukan orang2 yg terbuang.
Terima kasih kepada semua teman2 yg telah membantu kegiatan ini semoga kita semua mendapatkan maknanya & bermanfaat untuk kehidupan kita.
Ada sebuah diskusi yg saya lakukan dengan seorang teman. Dia bertanya kepada saya mengapa kita mengunjungi Lapas yg berisi orang2 yg pernah melakukan tindakan kriminal & mengganggu masyarakat disamping itu sebagian dari mereka adalah anak2 orang kaya yg terlibat dengan narkoba… mengapa dana tidak dialokasikan saja untuk membantu orang
miskin??????
Membantu orang miskin adalah suatu hal yg sangat baik dilakukan krn dapat membantu kita untuk tidak menjadi manusia yg rakus. Seperti yg dikatakan oleh Gandhi "ada cukup makanan didunia ini utk semua orang tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan setiap orang"
Memberi bukan hanya materi tetapi perhatian dapat menumbuhkan rasa menghargai orang lain dgn lebih baik.
Membantu pembinaan mental narapidana yg pernah melakukan tindakan kriminal adalah suatu langkah pencegahan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Jangankan seorang kriminal bahkan seorang yg bukan kriminalpun jika dia hidup diasingkan dan merasa menjadi seorang yg tidak dibutuhkan oleh masyarakat maka akan menimbulkan sikap
defensive sehingga tdk menghargai orang sekelilingnya.
Pembinaan mental dan perhatian kepada para narapidana merupakan usaha kita untuk menciptakan manusia yg lebih baik dimasa mendatang sehingga dapat membantu terciptanya lingkungan yg lebih baik.
Sikap para narapidana tentu saja tidak bisa disamakan dengan anak2 pesantren dan kita adalah orang2 yg memiliki kemampuan utk memberikan bimbingan & membantu mereka menjadi seorang yg lebih baik nantinya.
Tahun depan sudah ada pembicaraan kita akan melakukan kunjungan ke Lapas secara berkala yg merupakan bagian dari kegiatan trauma healing. Partisipasi teman2 sangat diharapkan semoga dapat membantu para narapidana yg pernah terjerumus kejahatan utk dapat melihat & menjalani hidupnya dgn lebih baik nantinya.
Terima kasih sekali atas semua dukungan & kerjasamanya.
Let’s make a better world, together
Dessy
Send your comment to : kks_melati@yahoo.com