Archive for November, 2005

Lebaran bagi Penghuni Lapas Anak Tangerang

Sunday, November 27th, 2005

Sabtu pagi, 3 Syawal 1426 H, alias hari ketiga lebaran, puluhan relawan Kelompok Kerja Sosial (KKS) Melati menyambangi Lembaga Pemasyarakatan Anak Negara atau biasa dikenal dengan Lapas Anak di Tangerang. Sebelumnya, sudah diberitahukan kepada para relawan untuk berkenan membawa makanan kecil atau kue lebaran untuk para penghuni Lapas. Bagi para relawan Melati, kunjungan ini tak sekadar menjadi kunjungan kesekian kalinya, tetapi juga menjadi kunjungan yang paling mengharukan. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Hadi dan Bayu, dua anak SMP yang ikut serta dalam rombongan relawan KKS Melati, kali pertama mengikuti kegiatan sosial, membayangkan suasana ‘penjara’ anak-anak itu teramat menyeramkan. Awalnya, mereka mengira akan bertemu wajah-wajah sangar dan sikap brutal para
penghuni. Ternyata, setelah lima belas menit di dalam dan berbincang langsung dengan mereka, keduanya bisa tersenyum. "Tak seperti bayangansaya, ternyata mereka ramah dan bersahabat," ujar Hadi.

Ya, bukan hanya karena hari itu masih dalam suasana lebaran hingga mereka begitu ramah. Bahkan pada kunjungan kami sebelumnya pun, mereka memang ramah dan sangat bersahabat. Sikap yang mereka tunjukkan, seolah menghilangkan kesan brutal fisik sebagian mereka yang terlihat ‘berbeda’ dari anak-anak biasa. Tatto, dan codet di wajah, menjadi hiasan seragam anak-anak penghuni Lapas yang rat-rata berusia di bawah 18 tahun.

Bagaimana lebaran mereka di Lapas? sebahagia kita kah? Silahkan menilainya dari beberapa yang mampu saya rekam.

Gobel Gonzales, begitu teman-temannya memanggil, menganggap, lebaran kali ini tak begitu menyedihkan, walau tak satu pun orang tua dan keluarga lainnya yang mengunjunginya di hari raya ini. "Ini lebaran ketiga saya tanpa mereka, jadi sekarang sudah biasa. Yang sedih justru
di lebaran tiga tahun yang lalu, itu lebaran pertama saya tanpa kunjungan mereka".

Gobel pantas bersedih, dia dan lebih 300 temannya harus bermalam takbiran di dalam lingkungan Lapas. Tak ada baju baru kiriman, tak ada kue lebaran, dan yang pasti, tak ada tangan yang sangat ia rindui untuk dikecup. "Saya kangen ibu, saya ingin ibu tahu betapa menyesalnya saya".

"Tapi saya cukup senang berada di tempat ini. Kalau di luar, belum tentu saya berpuasa, belum tentu saya rajin tarawih, belum tentu saja rajin sholat wajib. Jadi, lebaran tahun ini, terasa sekali bahwa ini bulan kemenangan bagi saya, karena saya mampu berpuasa full, tarawih dan baca quran setiap hari pun tak tinggal," tambah Gobel tak bermaksud menyindir orang-orang di luar Lapas.

Agus, saya kira dia yang terlihat paling senang hari itu. "Besok saya sudah bebas." Tapi tetap saja lebaran kali ini terasa menyedihkan baginya. "Waktu malam takbiran saya menangis, saya teringat malam takbiran bersama orang tua dan adik-adik," ujar anak remaja yang masuk ke Lapas lantaran kasus narkoba itu. Sementara remaja berpeci di
sebelahnya tak sebahagia Agus. "Bahkan lebaran tahun depan pun saya masih di sini," sedihnya.

Taufik, remaja berkulit putih bersih dan jauh dari tampang seram itu mengaku bersemangat di hari raya ini. "Hari bebas saya masih empat bulan lagi, tapi saya berpikir, tak akan pernah lagi berlebaran di tempat ini tahun depan. Cukup dua lebaran saja". Ia tertangkap basah membawa sejumlah ganja dan obat terlarang lainnya di bilangan Senen,Jakarta Pusat. "Saya tidak mau kejeblos ke lubang yang sama dua kali," sambil menyebut beberapa teman se Lapas yang berulang kali ke luar masuk karena kasus yang sama.

Semakin lama berbincang dengan remaja-remaja itu membuat saya semakin haru. Dan, nyatanya, air mata ini tak mampu terbendung saat menangkap sosok anak paling kecil di antara ratusan yang ada. Rizki namanya, usianya baru 9 tahun, asal Serang, Banten. 9 tahun? saya membayangkan
betapa anak seusia itu masih senang bermanja bersama ibunya, masih ingin banyak bermain. "Ibu nggak datang, mungkin ibu malu punya anak seperti saya," akunya sedih. Entah siapa sebenarnya yang harus menanggung malu, Rizki atau orang tuanya lantaran pencabulan terhadap anak tetangga yang dilakukan bocah 9 tahun itu. Bukankah anak seusia itu seharusnya masih dalam pengawasan ketat orang tuanya?

Kue lebaran yang kami bawa, juga berbagi kebahagiaan lebaran yang kami lakukan hari itu, mungkin tak banyak membersitkan senyum di hati mereka. Tapi, kami yakinkan kepada mereka satu hal, bahwa mereka layak mendapatkan sahabat. Dan kami lah sahabat mereka.

Bayu Gawtama
dedicated to KKS Melati

other writing by Bayu Gawtama could be seen at http://gawtama.blogspot.com or http://gawtama.multiply.com/

BKBR Plus

Sunday, November 27th, 2005
BKBR Plus -Penyuluhan Kesehatan untuk Ibu-Ibu yang tinggal di seputar Beskem dan Buka Puasa Bersama Melati Taman Baca - 23 Oktober 2005
by Virgina, Relawan KKS Melati
Penyuluhan kesehatan
Acara ini diadakan sebagai acara alternatif pilihan untuk relawan yang tidak dapat ikut serta pada acara BKBR di HRC, Zoom maupun acara sahur bersama. Dengan demikian acara di beskem tersebut tidak pula membatasi jumlah relawan yang akan hadir.
Acara diawali dengan Penyuluhan Kesehatan di Mushola Misbahul Fallah, dihadiri oleh kurang lebih 100 ibu-ibu yang tinggal di seputaran beskem KKS Melati- Ampera. Acara yang rencananya dimulai pada pukul 13.00 terpaksa harus terlambat sekitar 1 jam karena harus menunggu dokter penyuluh yang terjebak dalam kemacetan.
Akhirnya sebelum acara dimulai, dan dengan keterbatasan jumlah relawan yang datang diawal-awal acara, penyuluhan diisi dengan berbincang-bincang seputar keberadaan kks melati di lingkungan mereka. Banyak tanggapan positif yang didapat dari ibu-ibu yang hadir. Anak-anak mereka lebih kreatif, berani dan lebih pintar, adalah beberapa tanggapan yang didapat. Selain tanggapan ada sebagian dari ibu-ibu berharap melati juga dapat memberikan pelajaran membaca dan menulis bagi anak-anak mereka yang usia TK.
Hampir pukul dua siang, Dr. Tatok akhirnya datang untuk mengadakan penyuluhan. Penyuluhan diawali dengan pembahasan mengenai Flu Burung, wabah penyakit yang disebabkan oleh unggas yang telah memakan korban. Ibu-ibu tampak antusias untuk mendengarkan dan mengetahui bagaimana cara mengantisipasi penyakit tersebut. Tak kalah menariknya ibu-ibu juga sangat antusias ketika mendengarkan penyuluhan kesehatan kedua mengenai Demam Berdarah, wabah penyakit yang selalu datang rutin setiap tahun dan memakan korban.
Hujan lebat tak juga menurunkan semangat ibu-ibu untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan. Usai penyuluhan beberapa ibu-ibu bahkan menghampiri dr Tatok untuk menanyakan berbagai keluhan mengenai kesehatan yang mereka alami.
Acara ini dihadiri oleh ketua posyandu, ibu Pan Subarno, Bapak ketua RT 0005 - Bapak Sholatun, KKS Melati - Ibu Rini, dan Pak Brata dari Nestle. Usai acara ibu-ibu mendapat bingkisan dari KKS Melati berupa pepsodent, domestos, shampo clear, surf dari PT Unilever Indonesia, Nestle Biskuit Bayi dari PT Nestle Indonesia dan 2 majalah masakan untuk lebaran dari Femina Group.
Buka Puasa Bersama di MTB
Hujan lebat usai acara penyuluhan tak menyurutkan keinginan anak-anak dan relawan untuk hadir berbuka puasa bersama di Beskem Melati. Tepat pukul 4 sore, hujan berhenti, beberapa relawan menyiapkan ruangan untuk tempat berbuka, bagi tamu, relawan dan anak-anak.
Anak-anak terlihat manis-manis dengan baju muslim yang mereka kenakan. Beberapa terlihat kebesaran. Diawali dengan lagu-lagu, bercerita dan permainan yang dipandu oleh Arie-Bekasi, acara sangat meriah. Bagi anak yang berani tampil atau yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Arie, mendapat hadiah-hadiah persembahan dari Adith Peduli.
Sebelum berbuka, Arif sang penyanyi juga sempat menyanyikan lagu Tombo Ati dan Astagfirulloh. Semua dibuat terpana, mereka ikut menyimak dan bernyanyi. Usai mendengarkan Arif bernyanyi, acara dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah dari seorang guru ngaji, Bang Dani, namanya. Beberapa pelajaran berharga mengenai ramadhan diceritakan oleh Bang Dani.
Beduk pun tiba, acara berbuka di mulaii, anak-anak tak sabar untuk menyeruput minuman buah dari Rully, relawan melati, tak lupa roti unyil dari Nandha. Mereka tak langsung makan berat, setelah membatalkan puasa dengan diiringi oleh relawan melati, Ningsih dan Gatot dan beberapa lainnya anak-anak diajak ke Mushola untuk sholat magrib bersama.
Relawan-relawan yang datang sendiri pun tak kalah serunya, Ada sekitar 25 relawan yang hadir pada hari itu, walaupun banyak yang tidak bisa hadir karena hujan. Diawali dengan minum Teh pakistan buatan aa’ Wiko terasa segar sesuai dengan cuaca yang habis hujan. Dan tak ketinggalan Kolak manis buatan Mertua aa Wiko, nan pisang bawaan Dessi, dan masih banyak lagi makanan lainnya.
Usai sholat Magrib bersama, anak-anak kembali datang ke beskem Melati. Acara hanya diisi dengan ramah tamah. Tak berapa lama kemudian anak-anak dipersilahkan untuk pulang. Sambil pulang mereka membawa bingkisan dari KKS Melati berupa kaos dari Harry Metalizer, buku cerita Garfield dari Femina Group, Jelly, Pepsi cola, roti dari Amanah dan nasi kotak KFC.
Penuh hikmah… bahkan ketika marwan, seorang anak yang mengalami keterbelakangan metal - menerima bingkisan yang kuberikan didepan beskem terlihat bahagia menerimanya. Aku tak bisa mendengar jelas perkataannya, hanya "Hah hih hya" sambil tersenyum lebar dan tak ketinggalan iler yang menetes… tapi kutahu dia mengucapkan terima kasih. selamat berbuka[v]

BKBR dengan anak dhuafa

Sunday, November 27th, 2005

Catatan Perjalanan Bina Peduli Duafa,

BKBR dengan anak dhuafa di Zoom Resto and Lounge, 20 Oktober 2005

By Dini Auliya, relawan Bina Peduli Dhuafa

Semangat 45 !! itu kesan yang tertangkap ketika kami kabari adik-adik akan diajak buka puasa bersama di Zoom Resto and Lounge dengan kakak-kakak dari KKS  Melati, sambil latihan nasyid, puisi dan juga berkumpul di mushola baiturahman, tempat base camp dan KBM bina peduli dhuafa, adik-adik semangat membahas dan mendengarkan pengarahan dari kakak-kakak agar nantinya pas hari H bisa tertib.

‘ Zoom Resto and Lounge itu dimana kak, jauh ngga ?’

‘ Di wisma Nusantara, lt. 28, kalo ngga macet 40 menit juga sampe’

‘ dalemnya kayak apa kak ?’

‘ kalau ke Wisma Nusantara kakak pernah kesana, tapi ke Zoom Resto and Lounge  kakak gak pernah masuk..’

‘wah kakak gak gaul….’

Lho… ? hehe….emang… :)

‘ Tapi kak, kalau naik lift ke lantai 28 pasti pusing …aduh gimana dong ?’

          Itulah sedikit pembicaraan dengan adik-adik, setelah itu Kak Meity dan kak Manggi dateng untuk membicarakan acara di Zoom, mereka langsung menyerbu untuk cium tangan.

Pas hari H 9 mobil XL menjemput ke cipete,  adik-adik tambah semangat, sampai di zoom Café ,disambut hangat dan ramah oleh melatiers, pihak Zoom Resto and Lounge, sponsor, dll.  adik adik lupa deh tuh yang namanya pusing naik lift ke lantai 28. semua nya ceria, bahagia, sepanjang acara, berbincang dan dihibur oleh Hedy Yunus, tausyiah dr Aa Reza, nyanyi merah putih bareng-bareng jd backing vocalnya kak Kikan coklat…hehe, bahkan naik panggung bareng2 kak Sandy nyanyiin tombo ati nya Opick,  menjelang akhir acara tumpukan hadiah dari berbagai sponsor untuk adik-adik dibagikan, banyak sekali…bahkan adik-adik SD yang tidak ikut karena acara ini khusus untuk adik-adik yg SMP dan SMU, KKS melati memberikan banyak hadiah khusus untuk adik-adik SD…..Alhamdulillah…..terimakasih melatiers….   

Ah….senengnya melihat mereka bahagia….sampai pulang pun, diperjalanan menuju cipete, mereka masih terus membicarakan acara tadi sambil heboh  membuka-buka hadiah….

‘kakak –kakak itu baik baik ya….kita diperhatiin banget..’

‘ yang ini mau saya kasih ke ibu kak, kerudungnya bagus, pasti ibu seneng..’

‘ yang ini buat adik…’

‘yang ini mau saya pakai untuk lebaran…tasnya mau dipakai untuk sekolah…’

‘ semuanya baik-baik ya kak, mau ngajak kita ngobrol dan ramah-ramah.. ‘

itulah sebagian komentar adik-adik….dan kami yakin semua adik-adik merasakan hal yang sama.

Ada doa disetiap sudut hati adik-adik…

Untuk KKS Melati yang selalu berempati…berbagi…

Terimakasih melatiers….

Semoga amal ibadah dan kebaikan kakak-kakak semua mendapat pahala dari Allah SWT

Dan juga tolong sampaikan terimakasih kami dan adik-adik untuk :

Zoom Resto and Lounge, XL, Unilever, Sandika Entertainment, Java Musikindo, dll

Mohon maaf juga kalau dr kami yang membimbing banyak kekurangan2, …atau ada kekurangan dr sisi lainnya……semoga KKS melati tidak bosan ya untuk terus bekerjasama dengan kami di acara-acara selanjutnya….:)

Alhamdulillah wa syukurillah…

Bersyukur padaMU ya Allah

Kau jadikan kami saudara…

Indah dalam kebersamaan…

Hilanglah sebuah perbedaan……

(dini, 201005)

PUPUS

Sunday, November 27th, 2005

PUPUS

By Wiwi, Relawan KKS Melati

 

Senin, tujuh belas oktober dua ribu

lima

Petunjuk lewat SMS yang dikirim oleh Dindin, pengelola Yayasan Sekar tidak jadi saya gunakan karena ternyata Pak Indro sudah pernah menjemput anak-anak di sini. “Waktu outing ke hutan

kota

itu lho mbak..

Serombongan anak2 menghentikan laju kendaraan kami. “Ini tempatnya mbak”. Kata pak Indro, pengemudi yang ramah dari XL.

Koq mobilnya cuma dua, Kak?”

Kenapa Kakak sendirian aja?

Kakak masih inget saya nggak?

Hehehe. Aneh rasanya di usia 40 masih dipanggil kakak oleh anak-anak yang lebih pantas menjadi anak-anak saya.

Dibantu oleh beberapa anak-anak Sekar, segera Pak Indro menurunkan kaus dan topi sumbangan yang akan dipakai oleh anak-anak itu. Ada sekitar 80 anak berbagai usia yang menunggu dengan tidak sabar. Dengan tertib anak-anak dari berbagai usia ini berbaris menunggu pembagian kaus dan topi. Wajah-wajah sumringah itu. Betapa mudahnya membuat bahagia anak-anak ini. Dan haru menyergap tanpa sempat dihentikan. Memandang wajah-wajah ceria ini, memandang para relawan Sekar yang begitu bertanggungjawab, memandang Ibu-Ibu yang berjejer melepas anak-anaknya.

Usai membagikan kaus dan topi kepada anak-anak tersebut, kami segera menuju ke Hard Rock Café, tempat diselenggarakannya acara.berbuka puasa.

Di dalam mobil yang kami kendarai, duduk dengan tertib si mungil Asri, Rita, dan Baron yang membawa drum kecil di bangku tengah lalu ada Utari, Puji dan Faidzin (Ijin) yang tak berhenti bersenandung.

Nyanyi lagu apa sih?” tanya saya pada Ijin. “Lagu Anak Pinggiran, Kak.

Coba nyanyi’in doong. Pak Indro juga mau denger kan Pak?”

Yang ditanya mengangguk mengiyakan.

Tanpa ragu Ijin segera memetik gitar yang sedari tadi dipeluknya dan mulai bernyanyi dengan suaranya yang bening. 

inilah cerita anak pinggiran

menggenggam sebuah harapan

setia memberi tanpa meminta lagi

untuk mewujudkan cita-citanya

tak pernah takut dan tak pernah surut

walau dirundung duka

hidup ceria walau orang suka

menyingkirkannya

anak pinggiran

tak pernah merasa gentar

menggenggam mimpi-mimpi

di atas kakinya sendiri

mentari

sahabat anak pinggiran

rembulanpun menjadi teman

setia memberi

tanpa meminta lagi

untuk mewujudkan cita-citanya

siangpun menjadi malam

malampun menjadi siang

selalu berharap pada jalanan

bagai ibunya

Baron yang pendiam asik memukul-mukul drum sambil bersenandung mengikuti lagu yang dinyanyikan dengan apik oleh Ijin.

Asri, gadis cilik berusia 9 tahun tampak tenang menikmati pemandangan di pangkuan saya. Tubuhnya yang ringkih terasa begitu ringan.

Apa ngga bingung ya Kak, orang yang mbuat jalan tol muter-muter gini?”, tanya Ijin ketika kendaraan kami melintasi jalan tol Cawang.

Kak, saya mau muntah” kata Asri lirih dan dengan tangkas Pak Indro menepikan kendaraan. Saya terhenyak. Aduh, saya seorang ibu, tetapi saya bahkan tidak pernah sanggup membersihkan muntah anak kandung saya sendiri, karena otomatis saya juga akan ikut muntah. Tetapi untungnya Asri tidak jadi muntah dan segera kami beriringan meneruskan perjalanan.

Baron, si penabuh drum yang pendiam ini mengaku berusia 22 tahun ketika ditanya. Sungguh saya tidak menyangkanya, karena wajahnya masih begitu belia. “Saya udah ngga sekolah lagi, sudah kerja di yayasan. Bantu-bantu aja kak. Apa aja yang bisa dikerjain.” Jelasnya datar.

Pukul 4.30 rombongan kami tiba di Hard Rock Café. Puji, Rita dan Ijin berbisik-bisik sambil memandang berkeliling. Banyak pesohor yang mereka kenal rupanya.

Kak, itu Sulis ya? Saya mau difoto doong.” Jepret

Kak, saya mau difoto sama Heidy Yunus dong.”. Jepret.

Itu kan Maya Ratu, aduh cantiknya.., foto dong Kak.” Jepret.

Hampir pukul 5.30 petang ketika rombongan kedua tiba. Segera saja anak-anak ini menempati kursi-kursi yang sudah disediakan. Ternyata tak mudah menyuruh anak-anak ini untuk duduk terlebih saat mereka melihat para personil Dewa.

Pinjem pulpen dong Kak, mau minta tanda tangan.Alhasil topi, sobekan kertas, kaus menjadi sarana untuk menorehkan tanda tangan. Tantowi Yahyapun tak luput dari serbuan anak-anak kecil yang mengitarinya menanti giliran menunggu tanda tangan. “Emang tau dia siapa?” goda saya pada seorang anak. Dengan enteng dia menjawab,”Itu lho Kak, yang di acara hu won tu bi yang tiap malem minggu itu.  Hehehe… oke deh kakak.

Wiko yang malam itu berdandan ala A’a Reza dengan sorban putih terjurai terbengong-bengong ketika ada seorang anak meminta tanda tangannya.”Koq gue dimintain tanda tangan juga sih Bun?” hehehe…

Ada kolak pisang, ada sup, ada opor ayam, ada sayur cah, ada telur kecap, tapi “Koq telurnya separuh sih Kak?”

Hahaha…, tawa saya pecah tak tertahan.

Sekar_in_action2

Buat saya puncak acara malam itu adalah ketika rombongan Baron, Ijin, Lendra dan 3 temannya naik ke atas pentas dan dengan percaya diri menyanyikan lagu Anak Pinggiran dan Elang (Dewa). Bukan suatu kemustahilan apabila kelak mereka bisa bernyanyi di tempat ini sebagai group pembuka atau malah menjadi leading band? Wallahuallam. Keberuntungan tidak selalu berpihak kepada semua orang, tetapi bermimpi adalah hak bagi semua manusia. Teruslah bermimpi, Baron, teruslah menulis puisi. Karena hidup itu sendiri adalah puisi. Teruslah bernyanyi Baron. Karena setiap helaan nafasmu adalah senandung.

Sekar_in_action   

“ONCEEEEEEEEEEEE………………..”

Dan anak-anak histeris, dan pengunjung histeris dan sayapun histeris ketika personel Dewa naik ke atas pentas. Satu persatu.

Dan tepuk tangan gemuruh mengiring lagu Pupus.

Dan saya berteriak sepenuh hati.

"ONCEEEEEEEEEEEEEEEEEE………”

Terima kasih buat semua yang sudah membantu mewujudkan acara ini, semuanya tanpa kecuali. Special thanks buat Once, I love you more and more each day beibeh…

………………………

baru kusadariiiiiiii

cintaku bertepuk sebelah tangaaaaaaaaaan

………………………

(wiwi, 171005)