Jurnal 24 : Winnie The Pooh dan Bahasa Inggris
Jurnal 24 : Winnie The Pooh dan Bahasa Inggris
Jakarta, 13/5/06. Menonton sambil belajar. Gabungan bermain dan belajar tentu sangat menyenangkan dan tidak terasa begitu banyak pelajaran yang hinggap di kepala.
***
Hari ini Melati Taman Baca (MTB) tetap dibuka, walau tidak banyak relawan yang datang berkegiatan. Anak-anak yang singgah hari ini sengaja memilih sendiri kegiatannya. Sebagian memilih menggambar dengan tugas khusus di ruang dalam, sebagian membaca buku-buku yang sengaja aku ambil dari sebuah box baru, sebagian lagi memilih bermain dengan mainan yang tersedia di ruang depan, dan sebagian lagi yang masih berusia TK, menonton film di ruang tengah sambil menempeli stiker di belakang buku-buku MTB.
Winnie The Pooh adalah salah satu film kartun favoritku. Film yang aku pilih hari itu adalah sebuah film yang berjudul, A Springtime with Roo (2004). Film ini bercerita tentang sebuah persahabatan dan sebuah pelajaran tentang menghargai orang lain.
Menonton sebuah film bersama anak-anak ternyata sangat menarik. Pertanyaan pertama yang muncul selain judul film adalah, "Kak, filmnya nggak ada yang bahasa Indonesia?" Barulah aku sadar jika selama ini koleksi film kartun di MTB seluruhnya adalah film-film berbahasa Inggris dengan sebagian subtitle berbahasa Indonesia.
Selama ini, tidak terasa anak-anak selalu disajikan beragam film kartun yang selalu di dubbing ke dalam bahasa Indonesia. Sebut saja film kartun Franklin, Arnold, Detektif Conan, Sponge Bob, Dora The Explorer, Strawberry dan masih banyak lagi. Tidak jelas mengapa film dubbing menjadi kebiasaan di Indonesia, mungkin karena lebih mudah dimengerti oleh anak-anak.
Ketika aku masih SD, film kartun pada saat itu seluruhnya menggunakan bahasa Inggris, dengan subtitle bahasa Indonesia. Aku begitu terbiasa mendengarkan Woody Woodpecker, Popeye The Sailorman, Tom and Jerry, dan masih banyak lagi, dalam bahasa aslinya, bahkan aku belajar berbahasa Inggris dari film-film itu. Berbeda dengan saat ini, banyak anak-anak di MTB selalu menyanyikan “Aku Popay si Pelaut” ketimbang “I am Popeye the Sailorman”. Sepintas memang sama saja, tetapi telinga anak-anak menjadi begitu tidak terbiasa dengan istilah bahasa Inggris dan sulit menikmati film kartun berbahasa Inggris. Maka meskipun mereka tidak terlalu menangkap cerita Winnie yang aku putarkan, mereka tetap saja bisa menikmati gambarnya dan tertawa saat sang tokoh melucu.
Agar lebih terasa berkualitas, kali ini aku selipkan pelajaran bahasa Inggris selama proses menonton itu, meskipun sama sekali tidak mengganggu mereka menikmati tontonannya. Jadilah kami membahas warna-warna yang ada di film itu, tokoh-tokohnya, mengenali Piglet sebagai seekor babi (Pig), Tigger sebagai seekor Macan (Tiger), Rabbit sebagai seekor kelinci (Rabbit) dan Pooh Bear sebagai seekor beruang (Bear). Ada banyak sekali kata-kata bahasa Inggris yang dipelajari saat itu sambil menonton betapa lucunya Pooh di 100 Acre Wood itu.
Semoga apa yang dilakukan pada hari Sabtu ini memberikan pengalaman bergarga kepada anak-anak ini dan mereka bisa mengembangkan diri, tertarik lebih jauh untuk belajar bahasa Inggris melalui film yang mereka tonton. [RN, 150506].
Jika anda tertarik untuk mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak MTB, silahkan singgah di :
Melati Taman Baca
Jl. Ampera II No. 17A RT 5 RW 9 Jakarta 12550
Setiap hari Sabtu dan Minggu jam 3-5 sore.
KKS Melati
