Jurnal 24 : Ayo, Kemping!
July 6th, 2006 by kksmelatiMasih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh relawan diperkenankan untuk terlibat secara langsung dan tidak hanya sebatas memberi sumbangan saja, tetapi juga ikut melihat, berinteraksi dan bersentuhan secara langsung dengan kehidupan anak-anak dhuafa dan anak jalanan, dengan begitu seluruh relawan dapat berempati, mengetahui dan mendengar cerita langsung dari mereka atau bahkan merasakan apa yang mereka lakukan setiap harinya, mengasah nurani untuk lebih peka terhadap lingkungan.
Secara garis besar, acara “Ayo Kemping!” Tahun ini membawa anak-anak dhuafa dan anak jalanan ke Wana Wisata Cilember, Cisarua. Wana Wisata Cilember, letaknya +/- 10 km dari pintu tol gadog (jagorawi) menuju puncak cisarua. Lokasi yang sejuk (suhu 18º - 26º C) dikelilingi hutan pinus. Disana anak dhuafa dan anak jalanan akan dapat merasakan hawa pegunungan yang segar dan sekaligus menikmati keindahan dan keunikan air terjun atau curug yang berjumlah 7 buah.
Sebagai anak dhuafa dan anak jalanan, tidak banyak kesempatan untuk belajar di luar lingkungan mereka. Oleh karenanya, wisata ke lokasi yang berbeda dengan lingkungan dimana mereka berada, sangatlah berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang kekayaan alam.
***
Sejak pertama kali rencana outing ini dilempar, berbagai pendapat pro dan kontra pun bertebaran. Ada yang mengatakan bahwa terlalu riskan mengadakan kegiatan kemping dengan membawa banyak anak-anak dan menginap. Pendapat lain mengatakan bahwa akan terlalu banyak usaha yang dikeluarkan oleh para relawan, disamping tentunya ada wacana dan tantangan tersendiri untuk pencarian relawan pendamping yang akan mendampingi 20 kelompok peserta, dimana relawan pendamping ini sebaiknya memiliki ”kemampuan” khusus seperti pengalaman berpetualang di hutan.
Awalnya, ada dua alternatif tujuan outing. Pertama, pergi mengunjungi Kebun Binatang Ragunan dan alternatif kedua, ke Wana Wisata Curug Cilember. Rini sang komandan untuk acara ini akhirnya memutuskan untuk melakukan kegiatan kemping ke Curug Cilember. Keputusan yang diambil ini merupakan salah satu hasil musyawarah dan mufakat relawan KKS Melati. Akhirnya, secara bertahap sebuah tim kecil membuat konsep outing yang diinginkan.
Tantangan dalam mewujudkan acara ini terus berdatangan, namun merupakan hal yang harus dilalui selama masa persiapan. Proposal yang disebar tidak semuanya mendapatkan tanggapan yang positif. Belum lagi ketika ada bencana gempa yang mengguncang Yogyakarta, yang secara tidak langsung turut memberikan dampak terhadap proses pencarian dana dan donasi. Beruntung semua hal diatas ini tak pernah menjadi kendala, semua halangan dan rintangan menjadi sebuah tantangan manis yang harus dilalui. Beberapa ide relawan pun bermunculan, mulai dari berjualan pouch handphone, baju bekas, koran bekas, majalah, flash disk, atau mengadakan perjalanan dan berbagai kegiatan fundraising lainnya, dilakukan. Membatalkan acara ini dan mengecewakan anak-anak dhuafa dan anak jalanan itu tak pernah menjadi sebuah pilihan. Sudah lebih dari tiga bulan sebelum pelaksanaan, para relawan mempersiapkan acara ini. Setiap minggunya, melalui kakak pembina di rumah belajar anak jalanan, anak-anak yang telah terdaftar terus menanyakan kelanjutan dari persiapan acara ini. Merekalah yang menjadi pendorong kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi berlangsungnya kegiatan ini.
Kegiatan ”Ayo, Kemping!” ini akhirnya banyak sekali mendapatkan bantuan. Sahabat-sahabat baik pun berdatangan. Kami mendapatkan rekanan sebuah provider outbound professional (www.provisiconsulting.com) yang berkenan memberikan sekitar 10 permainan kerjasama kelompok yang tidak terlupakan untuk adik-adik peserta kegiatan ini tanpa dipungut biaya, berbagai tambahan acara diantaranya menggambar interaktif dari Sahabat Telapak (www.telapak.org), makanan dan minuman yang berlimpah - donasi dari PT Sinar Sosro dan beberapa donatur lainnya, sumbangan buku tulis dan peralatan tulis dan relawan-relawan tangguh yang bahu membahu membantu mewujudkan semuanya. Anak-anak pun terlihat bahagia, bahkan sejak mereka menapakkan jejak mereka pertama kali ke tempat ini. Antusiasme mereka terlihat dengan beragam pertanyaan yang diajukan kepada para relawan pendamping mereka.
Provisi yang mengawali petualangan mereka dengan bermain, bernyanyi dan menari, setelah itu disambung dengan acara menggambar interaktif bersama rekan-rekan dari Sahabat Telapak. Mereka memandu anak-anak untuk menggambar mengenai alam dan pelestariannya. Anak-anak bertambah antusias karena 10 gambar terbaik akan di cetak diatas mug dan akan dikirimkan kepada mereka sepulangnya dari kegiatan ini. Usai shalat dan istirahat makan siang, mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, satu kelompok yang terdiri dari 10 kelompok anak-anak mendapat giliran untuk trekking ke curug 5 dan lainnya melakukan permainan outbound. Semua bersemangat, semua bergembira. Waktu yang diberikan oleh panitia ternyata lebih dari cukup, banyak anak-anak yang mendapat kesempatan trekking malahan bertanya mereka akan bermain apalagi setelah ini. Kebanyakan justru relawan pendamping yang menyerah ketika jalan mulai mendaki dan menurun.
Permainan outbound juga sama menyenangkannya. Anak-anak diajak bermain sambil melatih kemampuan kerjasama kelompok mereka. Spider web, Menyelamatkan diri dari lahar, memasukkan kayu ke dalam botol, memindahkan bola dengan bambu, adalah beberapa diantara kegiatannya. Sore hari di cilember juga tak kalah menarik, bersama anak-anak jalanan itu, kami memeriahkan sore dengan bernyanyi bersama, saling bersautan, dengan iringan gitar dari Deni salah seorang anak jalanan dari Rumah Belajar Anak Jalanan Yayasan Sekar. Sayangnya semua lagu yang mereka bawakan adalah lagu-lagu dewasa bukan lagu anak-anak.
Bersamaan dengan Program Outing ini juga dilakukan kegiatan Putar Buku ke-2, dimana setiap rumah singgah membawa boks buku yang tiga bulan sebelumnya telah didrop oleh KKS Melati, untuk ditukar. Putar buku dilakukan di area bermain, sebuah pojok membaca lengkap dengan buku cerita dan mainan untuk digunakan selama program outing berlangsung. Pojok buku ini juga menjadi tempat favorit bagi anak-anak yang kelelahan setelah mengikuti berbagai permainan kelompok.
Siang hari sebelum pulang, anak-anak dihibur dengan aneka dongeng berhadiah menarik. Arie, salah seorang relawan KKS Melati membawakan beberapa dongeng dan memberikan pertanyaan kepada anak-anak yang mendengarkan dongengnya. Beragam hadiahpun dibagikan bagi mereka yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
Pada malam hari, diantara api unggun yang menyala, kami mengadakan pertunjukan dari masing-masing rumah singgah. Ada yang bernyanyi, berpuisi, operet bahkan seorang relawan yang juga menjadi relawan pengambil gambar itu pun ikutan bersuara, membacakan beberapa puisi dari sebuah buku puisi anak yang berumur hampir 35 tahunan.
Kemping di curug Cilember, adalah sebuah pengalaman yang bisa diambil banyak hikmahnya. Hanya cinta dan keinginan untuk berbagi dari masing-masing relawan, yang mendorong keberhasilan acara ini. Semua rintangan tak pernah menjadi halangan, bahkan ketika rintangan itu memasuki detik-detik terakhir pelaksanaan. Tuhan memang bekerja dengan caraNya, keajaiban selalu datang pada waktunya dan sekali lagi sebuah syukur terpanjatkan karena telah berhasil memberikan sebuah pengalaman kepada anak-anak yang kurang mendapat kesempatan. [V &RN, 030706]
