PUPUS

November 27th, 2005 by kksmelati

PUPUS

By Wiwi, Relawan KKS Melati

 

Senin, tujuh belas oktober dua ribu

lima

Petunjuk lewat SMS yang dikirim oleh Dindin, pengelola Yayasan Sekar tidak jadi saya gunakan karena ternyata Pak Indro sudah pernah menjemput anak-anak di sini. “Waktu outing ke hutan

kota

itu lho mbak..

Serombongan anak2 menghentikan laju kendaraan kami. “Ini tempatnya mbak”. Kata pak Indro, pengemudi yang ramah dari XL.

Koq mobilnya cuma dua, Kak?”

Kenapa Kakak sendirian aja?

Kakak masih inget saya nggak?

Hehehe. Aneh rasanya di usia 40 masih dipanggil kakak oleh anak-anak yang lebih pantas menjadi anak-anak saya.

Dibantu oleh beberapa anak-anak Sekar, segera Pak Indro menurunkan kaus dan topi sumbangan yang akan dipakai oleh anak-anak itu. Ada sekitar 80 anak berbagai usia yang menunggu dengan tidak sabar. Dengan tertib anak-anak dari berbagai usia ini berbaris menunggu pembagian kaus dan topi. Wajah-wajah sumringah itu. Betapa mudahnya membuat bahagia anak-anak ini. Dan haru menyergap tanpa sempat dihentikan. Memandang wajah-wajah ceria ini, memandang para relawan Sekar yang begitu bertanggungjawab, memandang Ibu-Ibu yang berjejer melepas anak-anaknya.

Usai membagikan kaus dan topi kepada anak-anak tersebut, kami segera menuju ke Hard Rock Café, tempat diselenggarakannya acara.berbuka puasa.

Di dalam mobil yang kami kendarai, duduk dengan tertib si mungil Asri, Rita, dan Baron yang membawa drum kecil di bangku tengah lalu ada Utari, Puji dan Faidzin (Ijin) yang tak berhenti bersenandung.

Nyanyi lagu apa sih?” tanya saya pada Ijin. “Lagu Anak Pinggiran, Kak.

Coba nyanyi’in doong. Pak Indro juga mau denger kan Pak?”

Yang ditanya mengangguk mengiyakan.

Tanpa ragu Ijin segera memetik gitar yang sedari tadi dipeluknya dan mulai bernyanyi dengan suaranya yang bening. 

inilah cerita anak pinggiran

menggenggam sebuah harapan

setia memberi tanpa meminta lagi

untuk mewujudkan cita-citanya

tak pernah takut dan tak pernah surut

walau dirundung duka

hidup ceria walau orang suka

menyingkirkannya

anak pinggiran

tak pernah merasa gentar

menggenggam mimpi-mimpi

di atas kakinya sendiri

mentari

sahabat anak pinggiran

rembulanpun menjadi teman

setia memberi

tanpa meminta lagi

untuk mewujudkan cita-citanya

siangpun menjadi malam

malampun menjadi siang

selalu berharap pada jalanan

bagai ibunya

Baron yang pendiam asik memukul-mukul drum sambil bersenandung mengikuti lagu yang dinyanyikan dengan apik oleh Ijin.

Asri, gadis cilik berusia 9 tahun tampak tenang menikmati pemandangan di pangkuan saya. Tubuhnya yang ringkih terasa begitu ringan.

Apa ngga bingung ya Kak, orang yang mbuat jalan tol muter-muter gini?”, tanya Ijin ketika kendaraan kami melintasi jalan tol Cawang.

Kak, saya mau muntah” kata Asri lirih dan dengan tangkas Pak Indro menepikan kendaraan. Saya terhenyak. Aduh, saya seorang ibu, tetapi saya bahkan tidak pernah sanggup membersihkan muntah anak kandung saya sendiri, karena otomatis saya juga akan ikut muntah. Tetapi untungnya Asri tidak jadi muntah dan segera kami beriringan meneruskan perjalanan.

Baron, si penabuh drum yang pendiam ini mengaku berusia 22 tahun ketika ditanya. Sungguh saya tidak menyangkanya, karena wajahnya masih begitu belia. “Saya udah ngga sekolah lagi, sudah kerja di yayasan. Bantu-bantu aja kak. Apa aja yang bisa dikerjain.” Jelasnya datar.

Pukul 4.30 rombongan kami tiba di Hard Rock Café. Puji, Rita dan Ijin berbisik-bisik sambil memandang berkeliling. Banyak pesohor yang mereka kenal rupanya.

Kak, itu Sulis ya? Saya mau difoto doong.” Jepret

Kak, saya mau difoto sama Heidy Yunus dong.”. Jepret.

Itu kan Maya Ratu, aduh cantiknya.., foto dong Kak.” Jepret.

Hampir pukul 5.30 petang ketika rombongan kedua tiba. Segera saja anak-anak ini menempati kursi-kursi yang sudah disediakan. Ternyata tak mudah menyuruh anak-anak ini untuk duduk terlebih saat mereka melihat para personil Dewa.

Pinjem pulpen dong Kak, mau minta tanda tangan.Alhasil topi, sobekan kertas, kaus menjadi sarana untuk menorehkan tanda tangan. Tantowi Yahyapun tak luput dari serbuan anak-anak kecil yang mengitarinya menanti giliran menunggu tanda tangan. “Emang tau dia siapa?” goda saya pada seorang anak. Dengan enteng dia menjawab,”Itu lho Kak, yang di acara hu won tu bi yang tiap malem minggu itu.  Hehehe… oke deh kakak.

Wiko yang malam itu berdandan ala A’a Reza dengan sorban putih terjurai terbengong-bengong ketika ada seorang anak meminta tanda tangannya.”Koq gue dimintain tanda tangan juga sih Bun?” hehehe…

Ada kolak pisang, ada sup, ada opor ayam, ada sayur cah, ada telur kecap, tapi “Koq telurnya separuh sih Kak?”

Hahaha…, tawa saya pecah tak tertahan.

Sekar_in_action2

Buat saya puncak acara malam itu adalah ketika rombongan Baron, Ijin, Lendra dan 3 temannya naik ke atas pentas dan dengan percaya diri menyanyikan lagu Anak Pinggiran dan Elang (Dewa). Bukan suatu kemustahilan apabila kelak mereka bisa bernyanyi di tempat ini sebagai group pembuka atau malah menjadi leading band? Wallahuallam. Keberuntungan tidak selalu berpihak kepada semua orang, tetapi bermimpi adalah hak bagi semua manusia. Teruslah bermimpi, Baron, teruslah menulis puisi. Karena hidup itu sendiri adalah puisi. Teruslah bernyanyi Baron. Karena setiap helaan nafasmu adalah senandung.

Sekar_in_action   

“ONCEEEEEEEEEEEE………………..”

Dan anak-anak histeris, dan pengunjung histeris dan sayapun histeris ketika personel Dewa naik ke atas pentas. Satu persatu.

Dan tepuk tangan gemuruh mengiring lagu Pupus.

Dan saya berteriak sepenuh hati.

"ONCEEEEEEEEEEEEEEEEEE………”

Terima kasih buat semua yang sudah membantu mewujudkan acara ini, semuanya tanpa kecuali. Special thanks buat Once, I love you more and more each day beibeh…

………………………

baru kusadariiiiiiii

cintaku bertepuk sebelah tangaaaaaaaaaan

………………………

(wiwi, 171005)

Laporan LAPAS Tangerang

October 11th, 2005 by kksmelati

Selamat pagi teman2 semuanya,

Terima kasih atas semua bantuan dan kerja samanya untuk kegiatan Lapas anak laki2 Tangerang hari Sabtu, 8 Oktober 2005. Terima kasih untuk Sahabat Andiek yg sangat membantu kita utk mendapatkan ijin & diterima dgn baik oleh para napi. Juga terima kasih utk Asa Bangsa. Juga terima kasih untuk Ayat yg sudah meminjamkan projector secara gratis.

Saya tidak pernah menyangka bahwa menjelang hari Sabtu banyak sekali sumbangan & bantuan yang datang sehingga kita dapat memberikan sumbangan yang memang sangat dibutuhkan oleh para narapidana di Lapas tersebut. Terima kasih untuk semua dukungan & berkah yg Allah telah
berikan kepada kita semua.

Kita sampai di Lapas anak laki2 Tangerang tidak terlambat seperti tahun lalu hanya saja pemutaran filmnya yang agak terlambat 30 menit tapi bukan menjadi masalah karena kita mengisinya dengan diskusi. Tema diskusi yg kita lemparkan kali ini adalah sesuai dengan film yang diputar yaitu ‘Life is Beautiful’.

Ada beberapa respond yang diberikan diwaktu diskusi dan juga dari bincang2 dengan para narapidana tersebut. Ada kelucuan ketika salah seorang anak dengan sangat jelas menolak saya (seperti yg diceritakan di email Wiko… he he he)… maaf mbak saya sudah punya pacar…
gubrakksssss matek gua ha ha ha.

Salah satu hal yg disampaikan oleh anak2 itu adalah merupakan suatu yg sangat bermakna bagi mereka mendapatkan perhatian & kunjungan masayarakat sehingga merekapun dapat merasakan bahwa mereka bukan orang2 yg terbuang.

Terima kasih kepada semua teman2 yg telah membantu kegiatan ini semoga kita semua mendapatkan maknanya & bermanfaat untuk kehidupan kita.

Ada sebuah diskusi yg saya lakukan dengan seorang teman. Dia bertanya kepada saya mengapa kita mengunjungi Lapas yg berisi orang2 yg pernah melakukan tindakan kriminal & mengganggu masyarakat disamping itu sebagian dari mereka adalah anak2 orang kaya yg terlibat dengan narkoba… mengapa dana tidak dialokasikan saja untuk membantu orang
miskin??????

Membantu orang miskin adalah suatu hal yg sangat baik dilakukan krn dapat membantu kita untuk tidak menjadi manusia yg rakus. Seperti yg dikatakan oleh Gandhi "ada cukup makanan didunia ini utk semua orang tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan setiap orang"

Memberi bukan hanya materi tetapi perhatian dapat menumbuhkan rasa menghargai orang lain dgn lebih baik.

Membantu pembinaan mental narapidana yg pernah melakukan tindakan kriminal adalah suatu langkah pencegahan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Jangankan seorang kriminal bahkan seorang yg bukan kriminalpun jika dia hidup diasingkan dan merasa menjadi seorang yg tidak dibutuhkan oleh masyarakat maka akan menimbulkan sikap
defensive sehingga tdk menghargai orang sekelilingnya.

Pembinaan mental dan perhatian kepada para narapidana merupakan usaha kita untuk menciptakan manusia yg lebih baik dimasa mendatang sehingga dapat membantu terciptanya lingkungan yg lebih baik.

Sikap para narapidana tentu saja tidak bisa disamakan dengan anak2 pesantren dan kita adalah orang2 yg memiliki kemampuan utk memberikan bimbingan & membantu mereka menjadi seorang yg lebih baik nantinya.

Tahun depan sudah ada pembicaraan kita akan melakukan kunjungan ke Lapas secara berkala yg merupakan bagian dari kegiatan trauma healing. Partisipasi teman2 sangat diharapkan semoga dapat membantu para narapidana yg pernah terjerumus kejahatan utk dapat melihat & menjalani hidupnya dgn lebih baik nantinya.

Terima kasih sekali atas semua dukungan & kerjasamanya.

Let’s make a better world, together
Dessy

Send your comment to : kks_melati@yahoo.com

Jurnal 21 KKS Melati

August 18th, 2005 by kksmelati

Jurnal 21 KKS Melati

Agustus 14,2005 

KISAH DARI MUSEUM GAJAH

By Arie, relawan KKS Melati

Hari yang cerah dan dinanti telah tiba untuk mewujudkan impian dan berbagi cinta. Segalanya sudah dipersiapkan satu bulan sebelumnya untuk kegiatan yang dilakukan. Terlalu singkat memang tapi semoga tidaklah sesingkat kesan yang didapat saat sehari bersama.

Wisata ke Museum (Museum Gajah) merupakan tempat yang menjadi impian seorang relawan kks melati yang ingin mengajak anak-anak jalanan menikmati tempat-tempat wisata di jakarta guna menambah ilmu dan pengalaman mereka dan mungkin saja kegiatan ini belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Kegiatan ini juga sebagai kelanjutan program rutin kks melati yaitu sosialisasi ABC ; Ayo Baca Ceria yang mengkhususkan pada Rolling Buku Perpustakaan Antar Rumah Singgah Putaran ke-3.

Pukul 8.00 pagi nampak sebagian  relawan dengan kostum atasan hitam sudah berdatangan  di museum menuju pelataran gedung kaca yang letaknya di samping gedung museum yang cukup luas  dan disusul oleh rombongan dari RS. Suasana nampak ramai sekali terlebih dengan suara deru kendaraan motor yang jumlahnya lebih dari 50 yang membawa anak-anak dari 3 RS yaitu Sekar, dan Slipi. Mereka begitu tampak disiplin dengan menggunakan helm dan menjadi pemandangan tersendiri pada hari itu. Dilts sendiri menggunakan bis sementara Galur (diwakili anak-anak mangga dua) menggunakan mobil relawan dari Hornet untuk antar-jemput rombongan. Antusiasme terlihat dihampir semua relawan untuk bisa melaksanakan acara hari itu dengan baik dan sampai selesai. Meski pada hari H masih ada beberapa hal yang berkenaan dengan museum belum dikonfirm tapi alhamdulillah semua bisa terselesaikan. Ini tak lepas dari dukungan banyak pihak; Relawan kks melati, para Bikers,para PO RS,Relawan Pendamping, Guru RS, dan juga pihak Museum yang telah memberi ijin dengan fasilitas free untuk acara itu.

Kesuksesan memang perlu pengorbanan; perlu tenaga, pikiran dan dana.Sang PO pun mungkin pada hari itu harus berkorban untuk semua,harus sakit dipagi hari dan menjadi pasien pertama kali untuk tim P3K sebagai bentuk perwakilan dari semua peserta dan semua itu bisa diterima.

Img_0060_2Tiga dari 4 Rumah Singgah telah datang dan mengenakan name tag masing-masing sebagai indentitas dan dibagikan snack pagi yang merupakan sumbangan dari relawan Hornets oleh tim konsumsi untuk kemudian dilakukan briefing dan pembagian kelompok sambil menunggu kedatangan rombongan dari RS Sekar. Acara Touring to the museum dimulai dipimpin oleh mba Vie dan para guide sudah menunggu di pintu masuk museum siap mengajak mereka memasuki 6 ruangan yang terdiri dari R. Khasanah, R. History, R. Keramik, Rumah Adat, R. Perunggu, R. Ethnography, dan R. Geography dengan segudang informasi tentang objek-objeknya. Menyusul kemudian rombongan dari RS Sekar tiba. Beberapa menit kemudian merekapun mengikuti touring seperti kelompok sebelumnya. Relawan pendamping, PO RS, dan guru RS ikut mendampingi mereka. Ada seorang guide yang dengan semangatnya menerangkan kepada anak-anak disetiap tempat dan objek yang mereka kunjungi, namanya Bp. Julius. Suaranya terdengar lantang dan jelas yang membuat anak-anakpun ikut bersemangat.

Di Aula Kertajasa team acara dan sebagian para relawan bikers menunggu sambil menyiapkan peralatan menggambar dan mewarnai yang dilombakan. Satu persatu rombongan RS yang sudah usai melakukan touring mulai berdatangan dan menempati posisi masing-masing untuk memulai aktivitas baru yaitu Aksi Berimajinasi lewat menggambar dan mewarnai dan seperti tak nampak kelelahan mereka melakukannya untuk mendapatkan hasil yang bagus dengan bubuhan warna-warni crayon yang juga akan menjadi milik mereka setelahnya. Seorang anak dari RS Dilts, Agus, sangat bersemangat dalam menggambar sampai-sampai posisi badannya menutupi kertas gambarnya. Tapi dia juga yang pertama selesai dengan gambar Sponge Bob dan disusul oleh Putri anak dari AP (Adith Peduli,Slipi). Aksi ini selesai sampai jam 12.30 dan gambar-gambar mereka dikumpulkan oleh juri untuk diseleksi siapakah pemenangnya. Ada 62 gambar yang menjadi bahan pertimbangan para juri dan hasilnyapun bagus-bagus. Setelahnya anak-anak dan para relawan kembali ke pelataran gedung kaca untuk istirahat dan santap siang,sementara PO RS Dilts dan Sekar masih mengecek buku-buku dan daftarnya untuk kemudian melakukan rolling buku diantara ke-2 RS tersebut. Jelas nampak sekali semuanya lapar karena begitu makanan dibagikan mereka makan dengan lahapnya. Beruntung sekali kita bisa menikmati makan siang atas sumbangan dari seorang relawan melati (Adith) dan hari yang panas sangat menyenangkan karena setelah makan siang anak-anak dan Relawan pendamping dibagikan Ice Cream New Zealand, sumbangan dari PT.

Pemenang2Acara berikutnya adalah pengumuman dan pemberian hadiah untuk para pemenang lomba menggambar dan mewarnai dipandu oleh mba Vie dan Swan. Saat yang menegangkan mungkin bagi anak-anak. Hadiah sudah dibagikan dan hampir dari setiap RS ada perwakilan pemenangnya. Tak kalah seru para PO dan Relawan Pendampingnyapun ikut gembira dan bangga terhadap keberhasilan anak-anak yang didampinginya. Tukang foto juga terus beraksi mengambil gambar-gambar acara yang terus bergulir dengan karakternya masing-masing. Dipenghujung acara anak-anak dibariskan secara rapi untuk kemudian dibagikan souvenir yang berupa: buku tulis,pulpen,pensil,penggaris,rautan, dan penghapus untuk keperluan mereka sekolah. Sebelum semuanya usai permainan ular naga digelar dan benar-benar panjang sekali berputar mengelilingi sebagian pelataran lalu menuju anak tangga untuk berfoto bersama dan seolah menunjukkan kepada hari dan matahari yang panas menyengat bahwa acara telah berhasil dan semua riang,gembira,dan bahagia. Sayonara tiba dan rombongan kembali untuk pulang ke RS masing-masing juga para relawan dengan senyum yang ceria meski dalam kelelahan.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu di hari itu, Kau ijinkan kami untuk bisa berbagi kebahagiaan bersama. Ucapan terikasih yang sebesar-besarnya juga untuk para relawan melati, para Bikers yang terdiri dari InBike (Indosat Bikers Community), GPMR (GL Pro-Max Riders), dan SHBC (Satu Hati Bikers Community) yang kesemuanya ini terwakilkan dalam satu nama yaitu Hornets, tidak lupa juga kepada para Donatur kami ucapkan banyak terima kasih.

Kesuksesan yang kita dapatkan bukan milik siapa atas siapa tapi milik kita semua yang ikut andil di dalamnya. Dan kekurangan ataupun kelebihan yang ada biarlah menjadi kesan dan pengalaman sendiri untuk menjadi lebih baik kedepannya. [Arie]

“Anak kecil itu datang lagi nih mak!”

July 18th, 2005 by kksmelati

Jakarta, 16 Juli 2005

“Anak kecil itu datang lagi nih mak!”

Jum’at malam Jakarta diguyur hujan lebat, kemacetan pun terjadi dimana-mana, begitupula banjir. Hampir disetiap sudut kota, bahkan Sarinah pun kebanjiran. “Hampir sedengkul” kata Dessi yang baru saja menerima sms dari Renny. Lebatnya hujan juga masuk ke dalam kamar vie, retakan genting yang termakan usia tak mampu lagi mencegah tetesan air hujan masuk ke dalam kamar. Merembes masuk memenuhi ruangan, Vie pun baru tahu ketika pulang dari beskem Melati tadi malam, usai meeting evaluasi outing, 26 Juni 2005 yang lalu… kerja keras sebelum tidur pun terpaksa dilakukan, padahal lelah mulai bergayut mengajak Vie merebahkan tubuh yang lelah seharian.

Matahari Sabtu pagi, bersinar cerah sekali. Agenda Vie hari ini : Menjenguk nyak Mi’ah dan SDS Khairul Uswah, agenda kegiatan KKS Melati. Tampaknya tidak akan terlalu banyak yang ikutan menjenguk Nyak Mi’ah karena tak banyak respond di milist. Tak apalah, ada Ria yang sudah survey kesana, Dian, Rini dan Vie, ini sudah lebih dari cukup.

Jam 10 pagi Rini sudah tiba di beskem, masih sepi, cuma ada suara radio di dalam, Vie baru saja keluar membuang sampah dan mengembalikan barang ke rumah dari beskem. “Resiko kalau rumah deket beskem, semua barang rumah bisa berpindah ke beskem tanpa disadari”. Tak berapa lama, Dian datang, dia confirm untuk ikutan ke Nyak Mi’ah semalam. Ini pertama kalinya Dian ke beskem setelah yang pertama gagal karena harus menerima panggilan tugas dari ‘negara’.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, hampir jam 11 siang, ria belum juga datang, Vie menerima sms darinya “ Mbak, maaf aku telat ada perlu sbntr – mkn sktr jam 11-an-thx*anria* itu beberapa menit lalu dan kini hampir jam 12 siang, anria tidak bisa dihubungi, akhirnya Vie, Rini dan Dian memutuskan untuk pergi ke SDS Khairul Uswah dulu baru ke Nyak Mi’ah.

SDS KU

Akhirnya kami putuskan untuk pergi ke SDS KU di daerah Petamburan, Jakarta Barat. Kunjungan kami ke sekolah ini adalah agenda rutin KKS Melati, menyampaikan beasiswa untuk anak-anak yang bersekolah disana. Beasiswa untuk membantu biaya operasional sekolah selama dua bulan kedepan. Dari kantornya Ria akhirnya berhasil menyusul kami disana.

Sekolah Dasar Swasta Khairul Uswah (SDS KU) adalah sekolah yang didirikan untuk menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim piatu dan anak-anak dari keluarga yang memiliki masalah sosial. Menyadari pentingnya pendidikan dasar bagi anak-anak, pak Dedi bersama masyarakat sekitar membuat sekolah ini sebagai sarana belajar mengajar buat anak-anak ini. Guru-guru yang mengajar hanya dibayar secukupnya karena dana yang tidak memadai, mereka lebih memprioritaskan pada kebutuhan anak-anak untuk bersekolah.

Beberapa waktu lalu, KKS Melati mengajak para relawan untuk membantu pengadaan beasiswa ke Khairul Uswah, dan telah tercatat beberapa donator yang membantu membiayai dalam jangka waktu tertentu. Dan secara rutin selama dua bulan sekali kami menyalurkan dana kesana. Masih banyak yang diperlukan sekolah ini, lokasi sekolah yang berada didalam gang kecil ditengah perkampungan sangat tidak layak disebut sebagai sekolah. “Saya bermimpi anak-anak berbaris melakukan upacara di lapangan sekolah” ujar pak Dedi saat kami berkunjung kesana. Saat ini pak Dedi masih berupaya untuk mencari lokasi strategis untuk memindahkan sekolahnya yang baru berusia 3 tahun ini ke tempat yang lebih layak. Memiliki semua prasarana yang dibutuhkan oleh sebuah sekolah. Sebuah cita-cita luhur dari seorang kepala sekolah yang berani mengadu kepintaran murid-murid di sekolahnya dengan murid-murid dari sekolah lain.

Usai mengunjungi SDS KU, perjalanan kami lanjutkan menuju rumah Nyak Mi’ah, namun sebelumnya kami sempat mampir ke Giant, Plaza Semanggi, membeli oleh-oleh untuk Nyak Mi’ah.

Nyak Mi’ah

Akhirnya kami pergi mengunjungi nyak Mi’ah setelah Ria pergi mengunjunginya beberapa waktu sebelumnya. Buah tangan untuk nyak Mi’ah telah kami bawa, seperti beras, minyak, roti, handuk, selimut dan lainnya. Nyak Mi’ah, kami mengenalnya dari sebuah postingan di milist KKS Melati beberapa waktu yang lalu. “Nyak Mi’ah terpaksa harus tetap bekerja membuat anyaman dari bamboo untuk menyambung hidup. Setiap hari, dalam kondisi sehat, ia hanya mampu mengerjakan sebuah anyaman yang di jual seharga Rp. 2.000,-“ – liputan6.com

Ria, begitu Vie memanggil Anria, tergerak untuk melakukan survey lebih dahulu, dia mencari tahu lokasi dimana nyak Mi’ah tinggal dan apa yang diperlukan. Relawan-relawan Melati lain sedang sibuk menyiapkan outing untuk anak Jalanan pada saat itu.

Bersama Nia, Ria melakukan survey mengunjungi nyak Mi’ah di daerah Cipinang Muara. Sore itu, dengan taksi kami melaju ke rumah Nyak Mi’ah, melewati daerah Kali Malang yang kebetulan tidak jauh dari rumah Manggi, kami pun mengajak Manggi ikut serta. Di Jl. Cipinang Bali II No. 38, RT 008/013, Cipinang Muara, Jakarta Timur, di dalam gang kecil, akhirnya kami tiba di rumah Nyak Mi’ah.

Seorang ibu berteriak, “Mak, anak kecil itu datang lagi nih mak!” dan Ria pun menyalami mereka satu per satu, memeluk mereka seakan mereka memang benar keluarganya. “Nih mak anak kecil yang nakal, yang kemaren ambil foto dan keliaran di kandang ayam situ mak!” kata ibu itu lagi. Nyak Mi’ah beberapa kali bertanya siapa yang datang… dan si anak kecil pun dibawa dihadapan Nyak Mi’ah “Ini mak ini si anak kecil pulang” Vie, Rini, dan Dian cuma tersenyum, Ria si”anak kecil” cuma tersenyum dan menjabat tangan Nyak Mi’ah dengan erat. “Apa kabar mak?” kata Ria. Satu persatu kami menjabat tangan Nyak Mi’ah. Dia duduk didepan pintu, hanya berbalut kain lusuh dan kaos merah tersampir di pundaknya. Tubuhnya kurus, wajah tuanya tampak jelas, matanya tak lagi bisa melihat namun suaranya masih lantang dan jelas terdengar. Nyak Mi’ah, usia lanjut tak menghilangkan ketegaran hidupnya, kami bercakap-cakap di sore cerah itu. Rumahnya tak lagi seperti yang diberitakan di TV atau milist, kini sudah setengah permanent, ada tembok dan triplek juga lantai semen, “seorang bapak dari Cempaka Putih yang membetulkannya” kata ibu Ita, wanita yang tadi berteriak-teriak. Dia tinggal di sebelah Nyak Mi’ah, sudah 20 tahun dia tinggal bersamanya. Dulu dia hanya mengontrak, namun kini dia sudah menganggap Nyak Mi’ah sebagai ibunya sendiri, Ia juga ikut mengurusi Nyak Mi’ah. Nyak Mi’ah juga sebenarnya tidak tinggal sebatang kara, adik kandungnya yang biasa dipanggil “Engkong” tinggal tidak jauh dari rumahnya. Namun karena keadaan ekonomi yang tidak jauh berbeda dengan Nyak Mi’ah. Engkong tidak dapat membantu banyak. Rumah Nyak Mi’ah kini lebih baik, namun aroma kotoran ayam yang terletak di sebelah rumahnya sangat tidak bersih. Aroma tersebut masuk sampai ke dalam rumah. Sungguh tidak sehat untuk orang seusia Nyak Mi’ah. Masih duduk di depan pintu, “Orang-orang ga tau dari mana neng pada datang, Nyak mah ga kenal…” katanya menanggapi orang-orang yang datang menjenguknya. “Ya Alhamdulillah, semoga yang membantu akan mendapat pahala dari Allah ya neng” katanya lagi. Nyak Mi’ah hari itu bercerita mengenai kompor baru yang dia miliki, Ia meminta ibu Ita untuk membelikannya ke pasar, namun ia lupa mata tuanya tak lagi mampu melihat lubang sumbu kompor, akhirnya ia hanya bisa memegang kompor dan panci kecil itu tanpa pernah menggunakan.

Nyak Mi’ah, wanita berusia 105 tahun ini telah melewati berbagai peralihan jaman di negeri ini, dia memang bukan seorang pejuang. Tapi dia juga mengalami kepahitan hidup, konon dia pernah diperkosa di jaman penjajahan dulu. “Nyak ngumpet didalam lubang” begitu katanya berulang-ulang ketika dia bercerita jaman peperangan dulu. Nyak Mi’ah kini tak lagi bisa membuat anyaman dari bamboo, matanya tak lagi se-awas dulu. Sulit baginya mengatur anyaman itu dengan jari-jari tuanya. Beruntung dia memiliki tetangga yang peduli dan orang-orang yang masih mau berbagi, seperti Anria “Anak kecil” yang datang untuk berbagi dan Anria tidak sendiri, Metty salah seorang relawan melati bersama teman-teman chattingnya juga menjenguknya sebelum kami tiba.

Semoga akan semakin banyak orang yang peduli dan berbagi. Dalam perjalanan pulang, Vie teringat risol pisang coklat dari pak Dedi tadi tak sempat di makan bersama, tertinggal di dalam tas “anak kecil” yang nakal. Yah rejekinya….. terimakasih “anak kecil”…. Terimakasih mau menemani kami menemui Nyak Mi’ah hari ini… [v]

Appreciation Day and Sharing Time KKS Melati 3 Juli 2005

July 18th, 2005 by kksmelati

Minggu, 3 Juli 2005 pukul 12.30 - 17.00 sore, Zoom Resto and Lounge di tutup untuk umum, karena hari itu ada acara Appreciation Day & Shate KKS Melati, sebuah acara penghargaan atas kerja sama semua unsur terkait sehubungan dengan diselenggarakannya acara Outing Anak Jalanan tanggal 26 Juni lalu. Pertunjukan dimulai agak terlambat karena menunggu relawan melati yang sebagian sempet nyasar, maklum biasa ke daerah kumuh kini harus berada di tempat mentereng ha ha ha…..

Acara ini diawali dengan perpisahan Yuasa, salah seorang relawan Melati yang berasal dari Jepang, mengulas habis semua kesannya selama menjadi relawan. "Anak-anak itulah yang terlihat bagus ketika di foto…" itulah jawabannya ketika ditanya apa kiatnya sehingga foto hasil bidikannya terlihat memiliki jiwa. Sebuah bingkai foto dengan gambar dirinya sedang mengambil gambar menjadi kenang-kenangan untuk dia bawa pulang ke negeri matahari terbit.

Penampilan Sekar Voice - anak-anak Sekar yang bernyanyi, juga turut memeriahkan acara ini, dilanjutkan oleh Mozza seorang pendatang baru di blantika musik Indonesia, setelah itu Berbagi yang kali ini diwakili oleh Novie, Adith petir2 dan Sammy dari Hornet juga menjadi ajang yang tak kalah seru. Pengalaman2 mereka selama bergabung menjadi wacana tambahan bagi para tamu yang hadir. Penghargaan bagi para tukang foto outing juga dilakukan di acara tersebut…. selain itu banyak paparazzi yang berkeliaran selama acara berlangsung… sehingga tak jarang…. semua hasil bidikan mereka mampu menjawab semua pertanyaan dan gosip yang muncul… terlampir adalah berita selengkapnya dari Zoom Resto and Loung pada acara Appreciation Day & Shate KKS Melati. Selamat menikmati [v] http://groups.yahoo.com/group/kks_melati/files/

jalan - jalan ke Monas

July 14th, 2005 by kksmelati

Hi lovely melatieers,
Menyambung pembicaraan saat SHATE & Appreciation Day di Zoom cafe lalu dimana Teh Adith beride untuk provide anak-anak jalanan untuk jalan - jalan ke Monas dan diusahakan bisa provide 50 tiket masuk untuk anak2 jalanan plus pendamping dari rumah singgah, dengan demikian berarti akan ada satu kegiatan lagi di KKS Melati dalam waktu dekat.
- Insyaallah acara akan dilaksanakan  pada awal  agustus tanggal 14 agust 2005 dan waktu acaranya jam 9.00 s/d 15.00.
- Provide anak2 jalanan dari empat rumah singgah yang masing2 10 anak dan 1 pendamping/guru dari RS.
- Alasan untuk pemilihan anak2 tersebut bisa berdasarkan 10 anak yang berprestasi di RS masing2 dengan catatan yang tidak ikut outing kemarin dan tidak membatasi usia yang penting bisa di ajak jalan dan sehat.
Untuk terlaksananya acara tersebut maka dibutuhkan beberapa hal sbb:
* Penanggung Jawab untuk masing2 rumah singgah (PO). Ada 4 RS yang akan dilibatkan a.l. SAJA, SEKAR, GALUR dan DILTS. Tugasnya menyeleksi anak2 yang akan di ajak berdasarkan kategori di atas dan mengkoordinir masing2 RS.
* Relawan
Memang acara ini nanti tidaklah sebesar acara outing kemarin yang membutuhkan banyak relawan dan koordinasi yang mungkin terlalu rumit, tapi yang terpenting adalah seberapa besar yang bisa kita berikan untuk membuat acara lebih baik dan membahagiakan anak2. Bisa saja beberapa acara akan "Doing on The Spot" yaitu dilakukan sesuai dengan kondisi dan tempat disana.
> Acara nanti diperlukan  relawan pendamping untuk masing2 RS
> PO di museum
> Bagian konsumsi
> Photografer
>Transportasi untuk menjemput anak2 dari/ke RS.
> Seksi acara
> Perlengkapan.
> Hadiah
> Dana; amat sangat crusial. Mba Rini, gimana apa kita self funding again?
Kegiatan yang akan dilaksanakan di museum sejauh ini baru terpikir untuk keliling museum dan naik ke menara yang tinggi itu. Terus ada kuis2 buat anak2 yang mungkin setelah mereka mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang MONAS (Ide teh Adith). Naah..pasti kalau hanya muter2 museum mereka pasti boring alias bosen, so ada ide untuk mengisi acara selama disana untuk membuat acara lebih meriah dan menyenangkan??????? Let me know please…..
Well, untuk keikutsertaan relawan pls info dengan respon ke milis atau contact Arie 0815 84028743.
Dengan postingnya emai ini pendaftaran relawan resmi dibuka.
Demikian.
tks/arie

 

Kegiatan Juni 2005

July 3rd, 2005 by kksmelati

Program Outing Anak Jalanan - Cari Tahu Yuk!

Program outing Cari Tahu Yuk! Yang digelar pada tanggal 26 Juni 2005 lalu telah melibatkan 100 orang anak dari empat rumah singgah yang berbeda, sekitar 75 relawan dan donator yang hadir pada kegiatan tersebut. Program ini adalah salah satu program tahunan yang dirancang oleh KKS Melati yang bertujuan untuk mengajak lebih banyak kaum muda Jakarta untuk peduli kepada sesama, memberikan kesempatan kepada anak-anak di beberapa rumah singgah untuk menikmati kota Jakarta, saling mengenal & menambah pengetahuan mereka dengan beragam informasi dan kegiatan yang dapat dilakukan di Jakarta.

Tujuan utama dari outing ini adalah, mengajak anak-anak jalanan dari 4 rumah singgah di Jakarta utk bersama, belajar & memahami alam yg sekarang sudah sangat sulit diperoleh khususnya di tempat tinggal mereka. Outing ini merupakan sebuah program lanjutan dari program perpustakaan keliling yang dilakukan oleh KKS Melati setiap 3 bulan sekali.

Mengapa anak jalanan? Anak-anak jalanan merupakan sebuah permasalahan nasional yang sampai sekarang belum bisa diatasi dengan maksimal. Umumnya mereka bekerja di jalanan karena diharuskan oleh orang tuanya. Sebenarnya salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah berhenti untuk memberi uang kepada mereka di jalanan, yang juga disarankan oleh UNESCO, tetapi selayaknya kita membantu dengan melakukan pelatihan dan pendidikan. Perhatian kepada mereka juga merupakan suatu perwujudan kemampuan kita untuk membagi rasa empati dan tetap melihat anak-anak jalanan itu sebagai bagian dari masa depan kita semua.

Menjadi anak jalanan bukan sebuah hidup yang menyenangkan, karena di usia muda mereka diharuskan untuk berada di jalanan yg beresiko dengan kesehatan dan keselamatan mereka. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada anak yang dapat memilih di mana dia dilahirkan dan siapa orang tuanya Mungkin, kita tidak akan berhasil membuat semua anak-anak itu memiliki masa depan yang lebih baik. Tetapi setidaknya kita mencoba untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan yang sebagian dari mereka mungkin akan memanfaatkannya untuk masa depan mereka. Dengan banyaknya generasi muda yang cerdas dan memiliki ketrampilan akan dapat membantu kita semua untuk sebuah masa depan yang lebih baik lagi.

PT. Excelcomindo Pratama telah membantu kami meminjamkan 20 buah mobil kijang untuk menjemput dan mengantarkan pulang anak-anak dari empat rumah singgah. Para relawan pendamping yang telah kami tugaskan untuk menemani penjemputan anak-anak tersebut memiliki tugas khusus pada hari itu untuk menemani anak-anak selama perjalanan berlangsung. Ada 25 relawan pendamping secara keseluruhan yang membantu mengorganisir dan membagi anak-anak menjadi 20 kelompok dalam kegiatan ini. Mereka menggunakan kaos dan topi sumbangan dari PT. Exxon Mobil.

Tujuan pertama yang mereka singgahi adalah Museum Layang-layang Indonesia, yang terletak di Jl. H Kamang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Museum yang didirikan pada bulan Maret 2003 oleh Ibu Endang telah menjadi tempat yang tepat untuk memberi pengetahuan. Di lokasi ini anak-anak belajar tentang sejarah layang-layang, menikmati pemutaran audio visual tentang layang-layang, berkeliling di museum layang-layang untuk belajar mengenal bentuk layang-layang dari seluruh pelosok Indonesia, membuat dan mewarnai sendiri layang-layang mereka di acara workshop pembuatan layang-layang.

Tampak jelas raut muka bahagia terpancar dari ketekunan mereka membuat layang-layang, lalu mewarnai dan memasang ekor lalu menyimpan layang-layang hasil karyanya dengan bangga, lalu dibawa pulang dan dipamerkan kepada seisi rumah. Kegiatan di museum layang-layang tidak berakhir sampai disitu saja. Mereka masih harus menyelesaikan beberapa soal yang diberikan oleh relawan yang ada di Pos Museum Layang-layang. Setiap kelompok berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan dan berharap mendapatkan nilai yang tertinggi untuk dapat memenangkan hadiah istimewa.

Tuntas dari Museum layang-layang, mereka bergegas menuju Hutan Wisata Kali Pesanggrahan, yang terletak di belakang kompleks Vila Delima, Jl. Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hutan wisata kali pesanggrahan adalah hutan kota seluas 40ha yang dikelola dan dikonservasi oleh Kelompok Tani Sangga Buana pimpinan Chaeruddin (Mang Udin) sejak Februari 2003.

Keinginan Mang Udin untuk menyelamatkan sedikit tanah di Jakarta sebagai tempat belajar kaum muda patut diacungi jempol. Kami rasa hanya sedikit dari jutaan penghuni Jakarta yang menginginkan keasrian kota Jakarta dan mengambil tindakan untuk menyelamatkannya. Selama 15 tahun ini usaha Mang Udin dan para petani lainnya telah mengubah tempat pembuangan sampah menjadi hutan kota dimana menyimpan kurang lebih 20.000 species tanaman obat, buah-buahan, tanaman langka yang jarang ditemui lagi di Jakarta, termasuk satwa langka yang masih dapat didengar selagi kami berada di sana.

Di Hutan Kali Pesanggrahan kami telah menyiapkan 5 buah pos yang harus dikunjungi oleh anak-anak. Pos I adalah penanaman pohon. Di lokasi ini 20 buah bibit pohon sumbangan dari PT Exxon Mobil diserahterimakan secara simbolis kepada para petani di Hutan Pesanggrahan yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak H. Chaerudin. Beliau menjelaskan pula pentingnya menjaga lingkungan dan arti dari penanaman pohon tersebut kepada anak-anak.

Setelahnya kegiatan penanaman pohon yang melibatkan 20 kelompok dimulai. Penanaman pohon adalah pengalaman baru bagi anak-anak rumah singgah tersebut. Lingkungan rumah dan keterbatasan lahan dimana mereka berasal tidak memungkinkan mereka untuk menanam pohon. Tidak heran, mereka bersemangat sekali di kegiatan ini. Setelah selesai penanaman, Pak Chaerudin menyampaikan bahwa mereka dapat kembali ke Hutan ini untuk merawat dan menyaksikan pohon yang ditanamnya menjadi besar, atau bahkan memanen buahnya jika ada. Pada beberapa pohon ini akan diberi tanda bahwa penanaman pohon tersebut dilakukan oleh KKS Melati pada acara Cari Tahu Yuk! Seusai melakukan penanaman pohon, setiap kelompok masih harus menyelesaikan permainan kelompok.

Permainan ini dipandu oleh Remaja Kali Pesanggrahan, sedangkan untuk kegiatan debriefing dibantu oleh relawan KKS Melati, termasuk beberapa relawan dari HORNET. Di setiap pos pula disediakan minuman sumbangan dari Teh Botol Sosro, CNI dan sumbangan air mineral dari para relawan dan donatur. Permainan pertama disebut Borgol Kolektif, dimana setiap orang diikat dengan tali lalu diminta untuk melepaskan diri tanpa melepas ikatan talinya.

Permainan ini adalah permainan yang membutuhkan kerjasama kelompok dimana tidak ada satu orang anggota kelompok yang dapat melepas talinya tanpa bantuan orang lain. Dari permainan ini, anak-anak rumah singgah diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan orang lain dan saling membantu untuk meringankan permasalahan yang ada. Seusai melakukan permainan pertama, setiap kelompok melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, menuju pos berikutnya. Selama perjalanan setiap kelompok diberikan amplop berisi pertanyaan yang harus mereka serahkan di pos terakhir. Pos kedua adalah Jebakan Botol.

Dalam permainan ini setiap kelompok diminta untuk memindahkan gelang ke setiap botol yang disediakan. Permainan ini menuntut kerjasama kelompok dan konsentrasi yang tinggi. Pos 3 adalah permainan pengetahuan, dimana setiap kelompok diuji pengetahuannya tentang kondisi lingkungan dimana mereka berada saat itu dan untuk mengevaluasi sejauhmana pengamatan mereka terhadap lingkungan. Jadilah Meina dan Yeti, relawan KKS Melati yang berada di pos tersebut memberikan banyak pertanyaan mengenai tanaman yang mereka temui hari itu dan apa kegunaannya. Ningsih, seorang relawan KKS Melati mengatakan bahwa kelompok anak-anak yang pergi bersamanya hari itu dengan tidak ragu-ragu bertanya kepada para petani yang mereka temui sepanjang perjalanan, sehingga setibanya mereka di pos, mereka dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

Titian Bambu permainan yang disediakan di pos selanjutnya, yaitu pos 4, adalah sebuah permainan teka-teki dimana setiap kelompok diminta memindahkan bamboo sesuai dengan soal yang diberikan. Permainan ini menuntut kreativitas dan kerjasama kelompok dalam menyelesaikan masalah. Pos 5 disebut dengan Spider Web. Inti permainan ini mengajarkan anak untuk dapat saling bekerjasama, bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan / pekerjaan, sehingga apa yang tadinya berat akan menjadi ringan, yang sulit akan menjadi mudah. Lewat kerjasama ini para relawan yang melakukan debriefing mengajak anak-anak jalanan untuk saling membantu temannya dimanapun mereka berada.

Menurut Teguh, relawan dari HORNET, anak-anak yang mengikuti permainan ini sangat antusias karena hampir keseluruhan peserta mencoba untuk ikut bermain. Setelah menyelesaikan keseluruhan permainan di 5 pos, mereka berkumpul di sebuah tempat yang telah disediakan, setelah menyerahkan amplop jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Di tempat tersebut mereka beristirahat, makan snack rebus sambil minum kelapa muda, lalu dilanjutkan dengan makan siang. Makan siang kali ini adalah sumbangan dari Hard Rock Café, sebanyak 250 paket. Di tempat ini pula dibagikan minuman sumbangan dari Teh Botol Sosro dan CNI.

Setelah makan siang, seluruh peserta dan relawan yang terlibat menikmati suguhan pertunjukan pada hari itu. Acara dipimpin oleh Virgina dan Iyu, relawan KKS Melati. Berbagai permainan digelar untuk mereka. Hadiah permainan ini didukung oleh Go-Lo sebuah toko diskon yang telah bersedia memberikan diskon 50% dari seluruh mainan yang dibeli di toko tersebut.

Selain permainan menarik, beberapa anak jalanan dari rumah singgah SEKAR (Tanjung Priok) dan DILTS (Tanjung Barat) memberanikan diri tampil menghibur teman-temannya. Anak-anak SEKAR membawakan 2 buah lagu PADI, sedangkan anak-anak DILTS bernyanyi dan membaca puisi. Lagunya cukup menyentuh hati dan puisinya sangat asli dan mengundang tepuk tangan tak berkesudahan. Setelah itu Pak Chaerudin sebagai perwakilan para petani Hutan Kali Pesanggrahan memberikan pemahaman mengenai pentingnya hutan bagi ekosistem lingkungan dan meminta anak-anak untuk selalu menjaga kelestarian hutan sebagai milik bersama.

Sebelum usai kegiatan, diumumkan pemenang ke-1, 2, dan 3. Pemenang pertama mendapat hadiah tiket masuk ancol dan dufan, pemenang kedua mendapat hadiah tiket masuk ancol dan berenang di waterboom ancol, sedangkan pemenang ketiga mendapat hadiah tiket masuk ancol dan seaworld Indonesia. Tiket masuk seaworld Indonesia adalah complimentary tiket sumbangan dari Seaworld Indonesia. Keseluruhan pemenang yang berjumlah 15 orang mendapatkan paket hadiah dari PT. Ecxelcomindo Pratama (XL) berupa ransel XL, radio digital saku, handuk, peralatan mandi, kue-kue dan coklat, susu. Sedangkan seluruh peserta anak-anak dari rumah singgah membawa pulang goody bags yaitu tas sekolah paddle pop, berisi botol minum, jam tangan, kaos, dan pulpen sumbangan dari Yayasan Unilever Peduli, 3 sachet Sariwangi Madu sumbangan dari Sariwangi, Dua edisi tabloid GAUL, satu edisi majalah Cool and Smart Junior, paket buku tulis dan pulpen sumbangan dari KKS Melati, dan satu buah kaos untuk ganti baju sumbangan dari Tokokaos.com.

Semoga keseluruhan kegiatan hari itu benar-benar bermanfaat bagi anak-anak rumah singgah dan juga untuk relawan, sehingga mereka dapat selalu berbagi kepada siapapun dalam interaksinya dengan lingkungan dimana mereka berada. Acara ini terselenggara berkat dukungan HORNET (Honda Riders on Internet), Exxon Mobil, Museum Layang-layang, Hutan Kali Pesanggrahan, Sariwangi, CNI, Tokokaos.com, XL, Hard Rock Cafe, Teh Botol Sosro, Seaworld Indonesia, Tabloid GAUL, dan Majalah C ‘n S Junior, para donator dan relawan yang telah menyumbang dana.

Kegiatan Mei 2005

May 12th, 2005 by kksmelati

1. Tanggal 8 Mei 2005. Program Ayo Baca Ceria di Rumah Singgah SEKAR, kampung bawang, Jakarta Utara dan di Rumah Singgah DILTS Foundation, Pasar MInggu, Jakarta Selatan. Kegiatan dengan tema : Air ini mengajak anak-anak di rumah singgah untuk belajar mengenai air, siklus air, Foto kegiatan di DILTS dapat dilihat di http://pg.photos.yahoo.com/ph/onny_bali/album?.dir=/5d26&.src=ph&.tok=phjQJ.CBN0\
HXZqZq

2. Tanggal 14 Mei 2005. Program Ayo Baca Ceria di Sekolah Anak Jalanan, SAJA, Kampung Kakap, Jakarta Utara. Foto-foto silahkan dilihat di http://pg.photos.yahoo.com/ph/kks_melati/album?.dir=e7cf

3. Tanggal 14 Mei 2005. SDS Khairul Uswah, Petamburan. KKS Melati memberikan sumbangan sebesar Rp.6,260,000 untuk bantuan beasiswa 84 anak di sekolah tersebut. mau ikut berpartisipasi? Silahkan kirim email ke kks_melati@yahoo.com.Img_2610

4. Tanggal 15 Mei 2005. Program Ayo Baca Ceria di Rumah Singgah GALUR, Senen.

Kegiatan April 2005

April 18th, 2005 by kksmelati

LAPORAN KEGIATAN KKS MELATI BULAN APRIL 2005 2,3,8,10 April 2005.

2,3,8,10 April 2005. Rumah Baru Melati. Relawan melati sibuk sekali menata rumah melati yang baru. Rumah yang beralamat di Jalan Ampera II no. 17A, RT 05 RW 09 Jakarta 12550 ini rencananya akan digunakan sebagai pusat belajar / learning center, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk ibu-ibu yang tinggal di kampung sekitar rumah. Bagi anak-anak akan tersedia buku bacaan bermutu, sedangkan untuk ibu-ibu akan dibuat suatu program bersama dengan mereka. Bentuk program untuk ibu-ibu masih harus didiskusikan bersama dengan masyarakat sekitar rumah. Di rumah tersebut, relawan datang bergantian untuk mendata ulang buku-buku cerita, memberi nomor, memberi label dan warna berdasarkan katagori buku dan menyusun buku ke rak-rak buku yang tersedia. Pembukaan perdana rumah melati rencananya akan dilakukan di awal bulan Mei 2005. Partisipasi anda masih diperlukan !!

13 April 2005. Silaturahmi ke Nurani Dunia. Berjejaring adalah salah satu hal yang penting di Melati. Kami percaya, tidak ada satu organisasi atau kelompok pun yang dapat berdiri sendiri. Dengan tujuan itu, kami bersilaturahmi ke Yayasan Nurani Dunia (YND) di Jl. Proklamasi no. 37, Jakarta Pusat, bertemu dengan bpk Imam Prasodjo, Direktur YND dan Ibu Gitayana. Silaturahmi ini adalah kunjungan resmi Melati yang pertama ke YND, meskipun yayasan ini bukanlah yayasan baru bagi Melati. Kira-kira setahun lalu, Melati pernah mendapatkan sumbangan buku tulis dalam jumlah yang lumayan banyak yang kemudian digunakan dan disalurkan untuk program Melati dan bagi mereka yang membutuhkan. Sejak Desember 2004 hingga Februari 2005 lalu, Melati bekerjasama dengan YND dalam lingkup kegiatan Indonesia Peduli, dan akhir Februari lalu, Melati juga menandatangani MoU dengan YND dan Dompet Dhuafa. Silaturahmi singkat ini telah membawa pemikiran baru bagi pengurus Melati dan semoga pemikiran baru itu dapat pula ditularkan kepada relawan lainnya atau diwujudkan dalam program-program selanjutnya,

16 April 2005. Persiapan. Persiapan kegiatan Get Well Soon. Kegiatan yang paling mengasyikkan!!! Setiap relawan diberi kesempatan untuk menyiapkan sendiri program yang akan dijalankan. Sebagian relawan pergi belanja bahan-bahan yang diperlukan, sementara yang lainnya menyiapkan peralatan yang diperlukan dan yang akan dibawa dari Rumah Melati. It was FUN and full of FUN !!

17 April 2005. Get Well Soon. Program kunjungan ke Rumah Sakit ini adalah salah satu program rutin KKS Melati. Kali ini kunjungan dilakukan ke RSAB Harapan Kita dan RS Jantung. Ada 34 lebih relawan yang hadir, termasuk 8 orang rekan dari Jokers Club yang siap bermain sulap, dan teh Adith dari Petir2 bersama 3 orang keponakannya. Kami bermain sulap, mendongeng, menggambar, membaca buku cerita, bermain origami, dll. Foto-foto by Didi silahkan klik link ini : http://pg.photos.yahoo.com/ph/kks_melati/album?.dir=a84e&.src=ph&store=&prodid=&.done=http%3a//pg.photos.yahoo.com/ph/kks_melati/my_photos

25-29 April 2005. Pelatihan Fundraising. Diah, relawan KKS Melati, mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Dasar Penggalangan Dana (Fundraising) yang diadakan oleh PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) bekerja sama dengan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) di Hotel Bonita, Jl. Raya Puncak Km. 78 Cisarua Jawa Barat, yang diikuti oleh 30 peserta dari berbagai LSM di Jabotabek. Semoga sekembalinya Diah dari pelatihan ini dapat membuat program penggalangan dana untuk KKS Melati. Ayo siapa yang mau jadi anggota timnya?

27 April 2005. Rapat dengan Nestle. Bagi yang belum tahu, KKS Melati sudah menerbitkan Newsletternya yang pertama di bulan Februari 2005. Newsletter ini akan terbit 2 bulan sekali. Nah, untuk keberlangsungan penerbitan Newsletter Melati menawarkan kerjasama dengan PT Nestle Indonesia. Semoga kerjasama ini nantinya bermanfaat untuk Melati.

Kegiatan Maret 2005

March 27th, 2005 by kksmelati

  1.   tanggal 5 Maret 2005 – SHATE 5 – sharing time nonton film “Patch Adam” dilaksanakan hari Sabtu di perpustakaan diknas. Foto-foto kegiatan dapat dilihat di link :

    http://pg.photos.yahoo.com/ph/kks_melati/album?.dir=b0bf&.src=ph&store=&prodid=&\
    .done=http%3a//pg.photos.yahoo.com/ph/kks_melati/my_photos
       

  1. tanggal 5 Maret 2005.  Program  Rolling Buku di Perpustakaan Rumah Singgah.  Kunjungan pertama ke Sekolah Anak Jalanan, Gedong Panjang, Jakarta Utara. 

    SAJA adalah rumah singgah ke-4 yang menjadi target kegiatan rolling buku.  Rumah singgah lainnya adalah (1) Galur (2) Sekar (3) DILTS Foundation.  Selain men-drop buku, anak-anak di rumah singgah mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan surat untuk kawan-kawannya di Aceh.

  1. tanggal 11 Maret 2005.  Kunjungan ke Khairul Uswah.  Menyampaikan sumbangan sebesar Rp. 5,090,000 atas nama sanjay (5 juta) untuk beasiswa 70 anak dan atas nama Herlina untuk beasiswa 1 orang anak (3 bulan).

  1. tanggal 12, 13, 19, 20 Maret 2005.  Mencari basecamp baru.  Berhubung Bascamp lama sudah habis kontraknya,  Tim Hubungan Dalam mencari lokasi basecamp baru. 
  2. tanggal 25-27Maret 2005.  Rapat rutin pengurus KKS Melati. salah satu produknya adalah jadual kegiatan yang bisa dilihat di milis KKS Melati

  3. tanggal 29 Maret 2005.  We are moving! Basecamp baru letaknya di Jl. Ampera II RT 005 RW 09, no. 17A, Jakarta 12550.