Program Outing Anak Jalanan - Cari Tahu Yuk!
Program outing Cari Tahu Yuk! Yang digelar pada tanggal 26 Juni 2005 lalu telah melibatkan 100 orang anak dari empat rumah singgah yang berbeda, sekitar 75 relawan dan donator yang hadir pada kegiatan tersebut. Program ini adalah salah satu program tahunan yang dirancang oleh KKS Melati yang bertujuan untuk mengajak lebih banyak kaum muda Jakarta untuk peduli kepada sesama, memberikan kesempatan kepada anak-anak di beberapa rumah singgah untuk menikmati kota Jakarta, saling mengenal & menambah pengetahuan mereka dengan beragam informasi dan kegiatan yang dapat dilakukan di Jakarta.
Tujuan utama dari outing ini adalah, mengajak anak-anak jalanan dari 4 rumah singgah di Jakarta utk bersama, belajar & memahami alam yg sekarang sudah sangat sulit diperoleh khususnya di tempat tinggal mereka. Outing ini merupakan sebuah program lanjutan dari program perpustakaan keliling yang dilakukan oleh KKS Melati setiap 3 bulan sekali.
Mengapa anak jalanan? Anak-anak jalanan merupakan sebuah permasalahan nasional yang sampai sekarang belum bisa diatasi dengan maksimal. Umumnya mereka bekerja di jalanan karena diharuskan oleh orang tuanya. Sebenarnya salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah berhenti untuk memberi uang kepada mereka di jalanan, yang juga disarankan oleh UNESCO, tetapi selayaknya kita membantu dengan melakukan pelatihan dan pendidikan. Perhatian kepada mereka juga merupakan suatu perwujudan kemampuan kita untuk membagi rasa empati dan tetap melihat anak-anak jalanan itu sebagai bagian dari masa depan kita semua.
Menjadi anak jalanan bukan sebuah hidup yang menyenangkan, karena di usia muda mereka diharuskan untuk berada di jalanan yg beresiko dengan kesehatan dan keselamatan mereka. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada anak yang dapat memilih di mana dia dilahirkan dan siapa orang tuanya Mungkin, kita tidak akan berhasil membuat semua anak-anak itu memiliki masa depan yang lebih baik. Tetapi setidaknya kita mencoba untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan yang sebagian dari mereka mungkin akan memanfaatkannya untuk masa depan mereka. Dengan banyaknya generasi muda yang cerdas dan memiliki ketrampilan akan dapat membantu kita semua untuk sebuah masa depan yang lebih baik lagi.
PT. Excelcomindo Pratama telah membantu kami meminjamkan 20 buah mobil kijang untuk menjemput dan mengantarkan pulang anak-anak dari empat rumah singgah. Para relawan pendamping yang telah kami tugaskan untuk menemani penjemputan anak-anak tersebut memiliki tugas khusus pada hari itu untuk menemani anak-anak selama perjalanan berlangsung. Ada 25 relawan pendamping secara keseluruhan yang membantu mengorganisir dan membagi anak-anak menjadi 20 kelompok dalam kegiatan ini. Mereka menggunakan kaos dan topi sumbangan dari PT. Exxon Mobil.
Tujuan pertama yang mereka singgahi adalah Museum Layang-layang Indonesia, yang terletak di Jl. H Kamang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Museum yang didirikan pada bulan Maret 2003 oleh Ibu Endang telah menjadi tempat yang tepat untuk memberi pengetahuan. Di lokasi ini anak-anak belajar tentang sejarah layang-layang, menikmati pemutaran audio visual tentang layang-layang, berkeliling di museum layang-layang untuk belajar mengenal bentuk layang-layang dari seluruh pelosok Indonesia, membuat dan mewarnai sendiri layang-layang mereka di acara workshop pembuatan layang-layang.
Tampak jelas raut muka bahagia terpancar dari ketekunan mereka membuat layang-layang, lalu mewarnai dan memasang ekor lalu menyimpan layang-layang hasil karyanya dengan bangga, lalu dibawa pulang dan dipamerkan kepada seisi rumah. Kegiatan di museum layang-layang tidak berakhir sampai disitu saja. Mereka masih harus menyelesaikan beberapa soal yang diberikan oleh relawan yang ada di Pos Museum Layang-layang. Setiap kelompok berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan dan berharap mendapatkan nilai yang tertinggi untuk dapat memenangkan hadiah istimewa.
Tuntas dari Museum layang-layang, mereka bergegas menuju Hutan Wisata Kali Pesanggrahan, yang terletak di belakang kompleks Vila Delima, Jl. Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Hutan wisata kali pesanggrahan adalah hutan kota seluas 40ha yang dikelola dan dikonservasi oleh Kelompok Tani Sangga Buana pimpinan Chaeruddin (Mang Udin) sejak Februari 2003.
Keinginan Mang Udin untuk menyelamatkan sedikit tanah di Jakarta sebagai tempat belajar kaum muda patut diacungi jempol. Kami rasa hanya sedikit dari jutaan penghuni Jakarta yang menginginkan keasrian kota Jakarta dan mengambil tindakan untuk menyelamatkannya. Selama 15 tahun ini usaha Mang Udin dan para petani lainnya telah mengubah tempat pembuangan sampah menjadi hutan kota dimana menyimpan kurang lebih 20.000 species tanaman obat, buah-buahan, tanaman langka yang jarang ditemui lagi di Jakarta, termasuk satwa langka yang masih dapat didengar selagi kami berada di sana.
Di Hutan Kali Pesanggrahan kami telah menyiapkan 5 buah pos yang harus dikunjungi oleh anak-anak. Pos I adalah penanaman pohon. Di lokasi ini 20 buah bibit pohon sumbangan dari PT Exxon Mobil diserahterimakan secara simbolis kepada para petani di Hutan Pesanggrahan yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak H. Chaerudin. Beliau menjelaskan pula pentingnya menjaga lingkungan dan arti dari penanaman pohon tersebut kepada anak-anak.
Setelahnya kegiatan penanaman pohon yang melibatkan 20 kelompok dimulai. Penanaman pohon adalah pengalaman baru bagi anak-anak rumah singgah tersebut. Lingkungan rumah dan keterbatasan lahan dimana mereka berasal tidak memungkinkan mereka untuk menanam pohon. Tidak heran, mereka bersemangat sekali di kegiatan ini. Setelah selesai penanaman, Pak Chaerudin menyampaikan bahwa mereka dapat kembali ke Hutan ini untuk merawat dan menyaksikan pohon yang ditanamnya menjadi besar, atau bahkan memanen buahnya jika ada. Pada beberapa pohon ini akan diberi tanda bahwa penanaman pohon tersebut dilakukan oleh KKS Melati pada acara Cari Tahu Yuk! Seusai melakukan penanaman pohon, setiap kelompok masih harus menyelesaikan permainan kelompok.
Permainan ini dipandu oleh Remaja Kali Pesanggrahan, sedangkan untuk kegiatan debriefing dibantu oleh relawan KKS Melati, termasuk beberapa relawan dari HORNET. Di setiap pos pula disediakan minuman sumbangan dari Teh Botol Sosro, CNI dan sumbangan air mineral dari para relawan dan donatur. Permainan pertama disebut Borgol Kolektif, dimana setiap orang diikat dengan tali lalu diminta untuk melepaskan diri tanpa melepas ikatan talinya.
Permainan ini adalah permainan yang membutuhkan kerjasama kelompok dimana tidak ada satu orang anggota kelompok yang dapat melepas talinya tanpa bantuan orang lain. Dari permainan ini, anak-anak rumah singgah diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan orang lain dan saling membantu untuk meringankan permasalahan yang ada. Seusai melakukan permainan pertama, setiap kelompok melanjutkan perjalanan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, menuju pos berikutnya. Selama perjalanan setiap kelompok diberikan amplop berisi pertanyaan yang harus mereka serahkan di pos terakhir. Pos kedua adalah Jebakan Botol.
Dalam permainan ini setiap kelompok diminta untuk memindahkan gelang ke setiap botol yang disediakan. Permainan ini menuntut kerjasama kelompok dan konsentrasi yang tinggi. Pos 3 adalah permainan pengetahuan, dimana setiap kelompok diuji pengetahuannya tentang kondisi lingkungan dimana mereka berada saat itu dan untuk mengevaluasi sejauhmana pengamatan mereka terhadap lingkungan. Jadilah Meina dan Yeti, relawan KKS Melati yang berada di pos tersebut memberikan banyak pertanyaan mengenai tanaman yang mereka temui hari itu dan apa kegunaannya. Ningsih, seorang relawan KKS Melati mengatakan bahwa kelompok anak-anak yang pergi bersamanya hari itu dengan tidak ragu-ragu bertanya kepada para petani yang mereka temui sepanjang perjalanan, sehingga setibanya mereka di pos, mereka dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
Titian Bambu permainan yang disediakan di pos selanjutnya, yaitu pos 4, adalah sebuah permainan teka-teki dimana setiap kelompok diminta memindahkan bamboo sesuai dengan soal yang diberikan. Permainan ini menuntut kreativitas dan kerjasama kelompok dalam menyelesaikan masalah. Pos 5 disebut dengan Spider Web. Inti permainan ini mengajarkan anak untuk dapat saling bekerjasama, bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan / pekerjaan, sehingga apa yang tadinya berat akan menjadi ringan, yang sulit akan menjadi mudah. Lewat kerjasama ini para relawan yang melakukan debriefing mengajak anak-anak jalanan untuk saling membantu temannya dimanapun mereka berada.
Menurut Teguh, relawan dari HORNET, anak-anak yang mengikuti permainan ini sangat antusias karena hampir keseluruhan peserta mencoba untuk ikut bermain. Setelah menyelesaikan keseluruhan permainan di 5 pos, mereka berkumpul di sebuah tempat yang telah disediakan, setelah menyerahkan amplop jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Di tempat tersebut mereka beristirahat, makan snack rebus sambil minum kelapa muda, lalu dilanjutkan dengan makan siang. Makan siang kali ini adalah sumbangan dari Hard Rock Café, sebanyak 250 paket. Di tempat ini pula dibagikan minuman sumbangan dari Teh Botol Sosro dan CNI.
Setelah makan siang, seluruh peserta dan relawan yang terlibat menikmati suguhan pertunjukan pada hari itu. Acara dipimpin oleh Virgina dan Iyu, relawan KKS Melati. Berbagai permainan digelar untuk mereka. Hadiah permainan ini didukung oleh Go-Lo sebuah toko diskon yang telah bersedia memberikan diskon 50% dari seluruh mainan yang dibeli di toko tersebut.
Selain permainan menarik, beberapa anak jalanan dari rumah singgah SEKAR (Tanjung Priok) dan DILTS (Tanjung Barat) memberanikan diri tampil menghibur teman-temannya. Anak-anak SEKAR membawakan 2 buah lagu PADI, sedangkan anak-anak DILTS bernyanyi dan membaca puisi. Lagunya cukup menyentuh hati dan puisinya sangat asli dan mengundang tepuk tangan tak berkesudahan. Setelah itu Pak Chaerudin sebagai perwakilan para petani Hutan Kali Pesanggrahan memberikan pemahaman mengenai pentingnya hutan bagi ekosistem lingkungan dan meminta anak-anak untuk selalu menjaga kelestarian hutan sebagai milik bersama.
Sebelum usai kegiatan, diumumkan pemenang ke-1, 2, dan 3. Pemenang pertama mendapat hadiah tiket masuk ancol dan dufan, pemenang kedua mendapat hadiah tiket masuk ancol dan berenang di waterboom ancol, sedangkan pemenang ketiga mendapat hadiah tiket masuk ancol dan seaworld Indonesia. Tiket masuk seaworld Indonesia adalah complimentary tiket sumbangan dari Seaworld Indonesia. Keseluruhan pemenang yang berjumlah 15 orang mendapatkan paket hadiah dari PT. Ecxelcomindo Pratama (XL) berupa ransel XL, radio digital saku, handuk, peralatan mandi, kue-kue dan coklat, susu. Sedangkan seluruh peserta anak-anak dari rumah singgah membawa pulang goody bags yaitu tas sekolah paddle pop, berisi botol minum, jam tangan, kaos, dan pulpen sumbangan dari Yayasan Unilever Peduli, 3 sachet Sariwangi Madu sumbangan dari Sariwangi, Dua edisi tabloid GAUL, satu edisi majalah Cool and Smart Junior, paket buku tulis dan pulpen sumbangan dari KKS Melati, dan satu buah kaos untuk ganti baju sumbangan dari Tokokaos.com.
Semoga keseluruhan kegiatan hari itu benar-benar bermanfaat bagi anak-anak rumah singgah dan juga untuk relawan, sehingga mereka dapat selalu berbagi kepada siapapun dalam interaksinya dengan lingkungan dimana mereka berada. Acara ini terselenggara berkat dukungan HORNET (Honda Riders on Internet), Exxon Mobil, Museum Layang-layang, Hutan Kali Pesanggrahan, Sariwangi, CNI, Tokokaos.com, XL, Hard Rock Cafe, Teh Botol Sosro, Seaworld Indonesia, Tabloid GAUL, dan Majalah C ‘n S Junior, para donator dan relawan yang telah menyumbang dana.